Hukum Rukun Dan Syarat Puasa

Syarat wajib hukum rukun puasa ramadhan perlu kita ketahui dan pahami dengan baik agar nantinya amalan ibadah berpuasa kita baik ketika berpuasa sunnah maupun puasa wajib seperti halnya puasa di bulan ramadhan akan bisa dijalankan dengan baik serta didasari niatan yang ikhlas mengharap akan keridhoan Allah semata.

Sehingga nantinya puasa ramadhan kita selama 1 bulan penuh tidak akan sia-sia belaka hanya mendapatkan haus dan dahaga saja.

Menyambut datangnya bulan Ramadhan 1436 H 2015 M yang akan tiba beberapa waktu lagi, kita sebagai seorang muslim tentunya harus benar-benar melakukan persiapan menyambut bulan ramadhan. Persiapan fisik dengan menjaga kesehatan fisik dengan baik dan persiapan rohani untuk bisa menjalankan puasa dengan maksimal dan optimal.

Untuk itulah jangan lupakan pula mengenai hal-hal yang berhubungan dengan Adab-Adab Dan Amalan Sunnah Puasa Ramadhan.

Pengertian puasa di dalam bahasa arab adalah sering disebut dengan istilah shaum. Sedangkan secara bahasa definisi makna arti puasa shaum ini adalah menahan diri dari makan dan minum serta pembatal-pembatal puasa lainnya. Hukum puasa ramadhan adalah wajib bagi tiap muslim tentunya.

Hukum Rukun Dan Syarat Puasa

Hukum Puasa

Hukum dalam menjalankan puasa ada beberapa. Yaitu ada yang mempunyai hukum wajib seperti halnya pusa ramadhan selama sebulan penuh. Ada juga yang berkedudukan sebagai puasa sunnah. Seperti halnya puasa sunnah senin kamis, puasa syawal dan puasa sunnah-sunnah lainnya.

Hukum puasa ramadhan adalah wajib. Dasarnya adalah Al-Qur'an di dalam surat Al Baqarah ayat ke 183. Yang artinya adalah :"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.". Inilah dalil kewajiban dalam menjalankan puasa ramadhan berdasarkan ayat Al-Qur'an.

Sedangkan dalil sunnah hadist tentang wajibnya berpuasa ramadhan ini terdapat pada salah satu hadist Rasulullah SAW yang artinya :"Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat, menunaikan haji, dan berpuasa di bulan Ramadhan." (HR. Bukhari Muslim).

Sehingga dengan wajibnya puasa yang satu ini adalah juga karena termasuk di dalam rukun Islam yang 5. Sehingga sebagai seorang muslim tentunya kita juga harus bisa menjalankan kelima rukun Islam tersebut. Sehingga di dalam Shahih Fiqh Sunnah disebutkan bahwasannya seseorang bisa jadi kafir jika mengingkari wajibnya hal ini. (rumaysho.com)

Syarat Wajib Puasa itu terdiri dari :
  • Islam.
  • Berakal.
  • Sudah mencapai baligh.
  • Mengetahui akan wajibnya berpuasa.
Sedangkan Wajibnya Pelaksanaan Puasa itu terdiri dari :
  • Sehat, tidak dalam keadaan sakit.
  • Menetap, tidak dalam keadaan bersafar (bepergian)
  • Suci dari haidh dan nifas
Syarat Sahnya Puasa

Syarat Sahnya Puasa

Ada dua hal yang termasuk di dalam syarat sahnya di dalam menjalankan ibadah puasa ini. Dua hal tersebut adalah :
  1. Dalam keadaan suci dari haidh dan nifas. Syarat ini adalah syarat terkena kewajiban puasa dan sekaligus syarat sahnya puasa.
  2. Berniat. Niat merupakan syarat sah puasa karena puasa adalah ibadah sedangkan ibadah tidaklah sah kecuali dengan niat sebagaimana ibadah yang lain. Dalil dari hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya :"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung dari niatnya" (HR. Bukhari Muslim).
Yang dimaksud dengan syarat wajib penunaian ibadah amalan puasa adalah bahwasannya ketika ia mendapati waktu tertentu, maka ia dikenakan kewajiban puasa. Waktu dan keadaan tersebut adalah seperti yang tercantum diatas. (muslim.or.id) Dan apa saja syarat puasa? Jika seseorang memiliki syarat tersebut, maka ia berarti wajib menjalani puasa Ramadhan seperti tersebut di atas pula.

Rukun Puasa

Syarat Wajib adalah syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang sebelum melaksanakan suatu ibadah. Apapun jenis ibadah tersebut. Termasuk di dalamnya adalah ibadah puasa. Seseorang yang tidak memenuhi syarat wajib, maka gugurlah tuntutan kewajiban kepadanya. Sedangkan rukun adalah hal-hal yang harus dilakukan dalam sebuah ibadah.

Rukun Puasa

Berdasarkan kesepakatan para ulama, yang termasuk di dalam rukun puasa itu sendiri adalah menahan diri dari berbagai pembatal puasa mulai dari terbit fajar (yaitu fajar shodiq) hingga terbenamnya matahari. Hal ini adalah berdasarkan pada apa yang terdapat di dalam Al-Qur'an.

Firman Allah Ta'ala yang menjadi dasar dalil rukun berpuasa ini adalah yang artinya :"Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam." (QS. Al Baqarah: 187).

Sedangkan dalil sunnah hadist Rasulullah SAW tentang rukun tentang niat adalah seperti yang tersebut di dalam sebuah hadist Nabi yang artinya :" Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya" (HR. Bukhari Muslim).

Untuk puasa wajib di bulan Ramadhan harus ada niat di malam hari (setelah matahari tenggelam). Jika niatnya dilakukan sebelum tenggelamnya matahari, maka tidaklah sah. Begitu pula jika baru berniat setelah masuk waktu fajar (Shubuh), juga tidaklah sah.

Kewajiban berniat di malam hari adalah berdasarkan hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma dari Hafshoh (istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :"Barangsiapa yang tidak berniat sebelum fajar (Shubuh), maka puasanya tidak sah." (HR. Abu Daud).

0 Response to " Hukum Rukun Dan Syarat Puasa "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel