Kode ICD X / 10 Bahasa Indonesia, Tujuan serta Kegunaan, Download Pdf serta Doc

Sebagai seorang tenaga kesehatan yang sedang bertugas di sebuah pelayanan kesehatan baik klinik, puskesmas, maupun rumah sakit.Tentulah sangat mengenal apa itu ICD serta setiap hari kode itu digunakan, bahkan mungkin beberapa kode ICD penyakit sudah hafal diluar kepala.

Untuk sekarang icd yang sering digunakan ialah ICD 10 yakni sebuah pengkodean tentang diagnosa penyakit yang merupakan revisi ke 10 dari WHO.  ICD-10 mulai dikerjakan dari tahun 1983 serta dapat diselesaikan pada tahun 1992

ICD merupakan singkatan dari International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems dimana memuat klasifikasi diagnostik penyakit dengan standar internasional  yang disusun berdasarkan sistem kategori serta dikelompokkan dalam satuan penyakit menurut kriteria yang telah disepakati pakar internasional.

Sesampai ICD dapat dikatakan merupakan sistem penggolongan penyakit serta masalah  kesehatan lainnya secara internasional yang ditetapkan menurut kriteria  tertentu.

Berikut ini beberapa kode ICD yang dikelompokan WHO menurut kelompok atau klasifikasi jenis penyakit.(dikutif dari wikipediaindonesia.com)

Bab
Blok
Judul
I
A00-B99
Penyakit Infeksi serta parasit
II
C00-D48
Neoplasma
III
D50-D89
Penyakit darah serta organ pembentuk darah termasuk ganguan sistem imun
IV
E00-E90
Endokrin, nutrisi serta ganguan metabolik
V
F00-F99
Ganguan jiwa serta prilaku
VI
G00-G99
Penyakit yg mengenai sistem syaraf
VII
H00-H59
Penyakit mata serta adnexa
VIII
H60-H95
Penyakit telinga serta mastoid
IX
I00-I99
Penyakit pada sistem sirkulasi
X
J00-J99
Penyakit pada sistem pernapasan
XI
K00-K93
Penyakit pada sistem pencernaan
XII
L00-L99
Penyakit pada kulit serta jaringan subcutaneous
XIII
M00-M99
Penyakit pada sistem musculoskletal
XIV
N00-N99
Penyakit pada sistem saluran kemih serta genital
XV
O00-O99
Kehamilan serta kelahiran
XVI
P00-P96
Keadaan yg berasal dari periode perinatal
XVII
Q00-Q99
Malformasi kongenital, deformasi serta kelainan chromosom
XVIII
R00-R99
Gejala, tanda, kelainan klinik serta kelainan lab yg tidak ditemukan pada klasifikasi lain
XIX
S00-T98
Keracunan, cedera serta beberapa penyebab yg dari luar
XX
V01-Y98
Penyebab morbiditas serta kematian eksternal
XXI
Z00-Z99
Faktor faktor yg memengaruhi status kesehatan serta hubungannya dengan jasa kesehatan
XXII
U00-U99
Kode kegunaan khusus

Adapun tujuan serta kegunaan ICD adalah sebagai berikut :

  1. Memungkinkan pencatatan, analisis, interpretasi serta pembandingan yang sistematis terhadap data mortalitas serta morbiditas antara berbagai negara atau wilayah, serta antara berbagai jangka waktu.
  2. Menterjemahkan diagnosis penyakit serta masalah kesehatan lain dari kata menjadi kode alfa-numerik, yang memungkinkan penyimpanan, pemetikan serta analisis data dengan mudah.
  3. Menjadi klasifikasi diagnosis standard internasional untuk semua tujuan epidemiologis umum serta berbagai tujuan manajemen kesehatan. Hal ini mencakup analisis situasi kesehatan umum di kelompok masyarakat serta pemantauan insiden serta prevalensi penyakit serta masalah kesehatan lain, serta hubungannya dengan variabel lain seperti ciri-ciri orang yang terlibat serta situasi yang dihadapinya.
  4. Mengklasifikasi penyakit serta masalah kesehatan lain yang tercatat pada berbagai jenis catatan kesehatan serta kehidupan.
  5. Analisis biaya kesehatan.

berikut ini adalah kode ICD X / ICD 10 dalam bahasa Indonesia.

Abdominal pain R10.4 Ablasi serta kerusakan retina H 33 Ablasio Retina / Cornea H33.2 Abortus iminens O20.0 Abortus infeksius O08.0 Abortus inkomplit O06.9 Abortus insiplens O02.1 Abortus lainnya O 05 Abortus medik O 04 Abortus spontan O 03 Abses(LUKA) L02.9 Abses abdominal K65.0 Abses Akilla L02.4 Abses apendicular/apendikes K 35.1 Abses app K35.1 Abses bartolin N75.1 Abses beplum J34.0 Abses CD N73.5 Abses cerebri Q06.0 Abses colli L02.1 Abses cornea H16.3 Abses coxal Q76.4 Abses dada J86.9 Abses gingival K05.2 Abses ginjal N15.1 Abses hati amuba A 06.4 Abses hati/liver/hepar K75.0 Abses ingunialis L02.2 Abses kepala/ragio L02.8 Abses lutut kiri/axilla/femur/femoral L02.4 Abses mama N61 Abses mandibula K10.0 Abses otak G06.6 Abses pada dada J86.9 Abses pagina N76.0 ABSES PALATUM K12.2 Abses palpebra H00.0 Abses pancereas K85 Abses pantat/buttock/glutea L02.3 Abses paraparingeal J39.0 Abses parienal K61.0 Abses paru J 85.1, .2 Abses paru/lung J85.1 Abses peritonsilair J36 Abses perodental K05.2 Abses perut K65.0 Abses pinggang kiri L02.2 Abses pipi L02.0 Abses post op/luka oprasi T81.4 Abses renal N15.1 Abses Retro pritonial K65.0 Abses sub mandibula K12.2 Abses torax J86.9 Abses turbo ovarial (ATO) N70.9 Abses umbilicia/dinding (Abdomen punggung) L02.2 Achalasia cardia / esopagus K22.0 Achelasia congenital Q39.5 Achelasia pylorus Q40.0 Acut abdomen R10.0 Acut laringo tracea broncitis J20.9 Acut myelocitic leukemia (AML) C92.0 Acut respiratory distress syndrom J80 Acute hepatic failure K72.0 Adamantinoma D16.5 Adeno ca C11.1 Adeno ca. gaster C16.9 Adeno Ca.Colon C18.9 Adeno Ca.paru C34.9 Adeno tonsilitis cronis J35.2 Adenomycosio N80.0 Adnexitis N70.9 After Coming head O64.1 Agranulositosus D 70 Akibat dari kemasukan benda asing melalui lubang tubuh T 15, T 17 - T19 Alergi T78.4 Alergi rhinitis akibat kerja J 30.3 Aleukimia leukimia C95.7 ALL C91.0 Amebiasis A06.9 Amebiasis lainnya A 06.0-.3 .5-.9 Amenore N 91.0, .1, .2 Amenorrhea N91.2 AMI ( infark miokard akut) I21.9 Amputasi jari kaki satu S98.1 Anemia (gravio) D64.8 Anemia aplastik lainnya D 61 Anemia defisiensi zat besi D 50 Anemia hemolitik D58.9 Anemia Hemolitik D 59 Anemia lainnya D 51 – D 58, D 60, D 62 - D 64 Anemia pasca pendarahan D50.0 Anencepalus bayi Q00.0 anencepalus ibu Q35.0 Aneorisme Aorta Abdominal I71.4 Aneuryama aorta I71.9 Angina pictoris I20.9 angina pictoris unsiable/fasca infark I20.0 Angio fibroma nasofaring D10.6 Angioauritic Alergi T78.3 Anomali intra cranial Q89.9 Anomia post partum O99.0 Anoptalmia Q11.1 Anorexia R63.0 Anthraks A 22 Antonea Uteri O62.2 Anxietas F41.9 Aorta insufisianis I35.1 Aorta stenosis Q25.3 Apasia R47.0 APB O48.9 Apekia H27.0 Apendicitis K37 Apendicitis acut K35.9 Apendicitis kronis K36 Apendicitis perforasi K35.0 Apendicular K38.1 Apendix infilltrat K38.1 Apnea R06.8 Apnea bayi P28.4 Apneic spell R06.8 AR A06.9 Aritmia I49.0 Artialgia M25.5 Artretis M13.9 Artritis belia M 08 - M 09 Artritis piogenik serta artritis pada penyakit infeksi serta parasit YDK di tempat lain M 00 - M 01 Artritis reumatoid M 05 - M 06 Artropati serta artritis M 12 - M 14 Artropati reaktif M 02 - M 03 Artrosis M 15 - M 19 Ascariasis B77.9 Ascites R18 ASD ( Atreal septa depta ) Q21.1 Aseptor implant Z31.2 Asidosis metabdik E87.2 Asma akibat kerja J 45 Asma bronciale (AB) J45.9 Asphixia R09.0 Asphixia berat P21.0 asphixia ringan P21.1 Aspirasi hidung T17.1 Aspirasi mecodum P24.0 Aspirasi minyak T /Bd.Asing/Food T17.9 Aspirasi pnemunea dewasa J69 Aspirasi pnemunia bayi P24.1 Astenea R53 Atelactasis J98.1 Aterosklerosis I 70 Atoroma I70.9 Atresia ani Q42.3 Atresia duodeni Q 41.0 Atresia Ileum Q41.0 Atresia rectum Q42.1 Atrial fibrilasi (AF) I48 Atritis Rematik M08.0 AV block I44.3 Avulsion T14.7 Azotermia R79.8 Balanitis N48.1 balanitis N48.1 Basalioma Canthus lateralis C44.1 Basalioma hidung/pipi/mata C44.3 Basalioma telinga C44.2 Batu btaghorn N20.0 Batu empedu K80.8 Batu ginjal N20.0 Batu uretra /BBB N21.1 batuk rejan ( pertusis) A37.9 bayi belum lahir ( infartu) Z33 Bayi besar P08.0 bayi kurang minum P92.2 Z 38 bayi mati P95 bayi meninggal ibu hidup (KJDR) O36.4 bayi normal Z38.0 Bayi sectio P03.4 Bayi vakum P03.3 BBLR F05.0 Benda asing pada telinga T 16 berkelahi Y04 Bibir celah serta langit-langit celah Q 35 - Q 37 Bibir sumbing Q36.9 Bilgted ovum O02.0 Biliary kolik K80.5 Bisinosis J 66.0 Bleeding post coitus N93.0 Block Water Fever B50.8 Bloody diare K92.1 Bmdicardia R00.1 bortolintitis N75.8 BPH ( prostat) N10 Bracial Palsy P14.3 Bronciektasis J47 Bronciolitis /Acut J21.9 Broncitis J40 Broncitis acut J20.9 Broncitis kronik J42 Bronco pnemunia J18.0 Bronkiektasis J 47 Bronkitis akut serta bronkiolitis akut J 20 - J 21 Bronkitis, emfisema serta penyakit paru obstruktif kronik lainnya J 40 - J 44 Bruselosis A 23 Buka pen Z47.0 Buka spiral Z30.5 bunuh diri dengan membakar diri X76.0 bunuh diri dengan menusuk badan X70 Burger O E78.3 Burt abdomen T21 Buta serta rabun H 54 CA ewametrium C54.1 Ca. Blader C67.9 Ca. Buli-buli C68.0 Ca. Caecum C18.0 Ca. Cerviks C53.9 ca. Coll C76.0 Ca. Colon C18.9 ca. Corpus C54.9 Ca. Epidermoid C44 Ca. Esopagus C15.9 Ca. Femur C40.2 Ca. Gaster/lambung C16.9 ca. Gland (kelenjar) C77.9 Ca. Laring C32.9 Ca. Lidah C02.9 Ca. Mama C50.9 Ca. Mandibula C41.1 Ca. Nesofaring C11.9 Ca. Ovari C56 Ca. Palata C05.9 Ca. Pancereas C25.9 Ca. Pantat C76.3 Ca. Parotis ( pinggang) L 07 Ca. Paru C34.1 ca. Penis C60.9 Ca. Rahim/uterus C55 Ca. Recti C20 Ca. Sigmoid C18.7 ca. Squo mous cell C76.0 Ca. Tibia C51.9 Ca. Vagina C52 Ca.chalangio C22.1 ca.corio C58 Ca.prostat C61 Ca.teroid C73 cacat bawaan Q03.0 CAD/CHD (PJK) I25.1 Campak B 05 campak/measles B05.9 candidiasis B37.9 Capul succedonum P12.8 cardioac cirosis K76.1 cardioac cirosis K76.1 cardiogenic syok R57.0 cardiomeapaty I42.9 cardiomegali I51.7 carsinoma telinga C44.2 carsinoma utery C55 catarac Q12.0 Catarac compilated H26.2 catarac muda ( juvenil) H26.0 catarac scondary H26.4 Catarac traumatik H26.1 Catarac tua(mature) H25.2 Cedera alat dalam lainnya S 26 - S 27 Cedera intrakranial S 06 Cedera lahir P 10 - P 15 Cedera mata serta orbita S 05 Cedera remuk serta trauma amputasi YDT serta daerah badan multipel S 36 - S 37 S 97-98, T04-05 Cedera YDT lainnya, YTT serta daerah badan multipel S00-S01, S04, S09-S11, celuitis L03.9 celulitis orbita H05.0 cepalgia R51 cepalhematoma bayi P12.0 cepalhematoma bayi traumatik S08.8 cepalhomatoma bayi P12.0 cerebral G93.9 cerebral palsy (CP) G80.9 cerumen H61.2 cervisal syndrome M53.1 CH (cirosis hati) K74.6 chalazion H00.1 chest pain R07.4 CHF (gagal jantung kongestif) I50.0 Chikungunya A 92.0 choledocholitiasis K80.5 cholelitiasis K80.2 cholestasis K83.1 cholestasis K83.1 cholicystitis K81.9 cholicystitis acut K81.0 chondroitis M98.8 chordea N48.9 Chorea G25.5 chorio cersininoma C58 chusing syndrome E24.9 cicatrix L90.5 CIN ( carsinoma insitu cerviks) D06.9 ciroses cardiac K76.1 cirosis alineum cav.nasi T17.1 CKD (cronic kidny disease) N03.9 CLD K76.0 CLD K76.9 CLL C91.1/M9823/3 CMI C92.1/M98/G31.3 colera A00.9 colic abdomen R10.4 colic abdomen R10.4 colic ureter N23 colit renal ginjal N23 Colitis (acut) A09 colitis amooba A06.0 colitis ulceritiva K51.9 colitis ulkiraliv K51.9 Coll abses A16.2 colodian baby Q80.2 colon post radiasi K92.1 colostomi prolaps K91.4 colostomy K91.4 coma R40.2 coma bayi P91.5 coma diabetic E14.0 coma hepaticum K72.9 coma hiperglikemik E14.0 coma hipoglikemik E15 coma honk ( hiper osmolarilas non ketosis) E14.0 coma uremikum N19 coma urine N19 combustio grade 10-19% T31.1 combustio grade 30-39% T31.3 combustio grade 60-69% T31.6 combustio grade 70-79% T31.7 combustio lengan T22.1 comedo L70.0 comfusi R41.0 comon bill duct (CBD) D13.5 comon colid J00 compresion T14.2 compressisi medula spinalis G93.5 condiloma acuminatum A63.0 Congenital centralis /PSC conjungtivitas neunatal gonocokal H13.1 conjungtivitis H10.9 conraktur otot /leher M62.9 contifation K59.0 contractur akilla M79.9 contraktur alku kanan/elbow M24.4 contraktur jari kaki kiri M20.0 contraktur musole M62.4 contusio cerebri /CKB S06.2 contusio cerebril/CKS/CKR S06.0 contusio mata S05.8 contusio modula spinalis S34.3 contusio muscolorum T14.6 contusio otot leher T14.6 contusio penis S30.2 contusio renis S37.0 contusio torax S20.2 convulsi ( kejang) R56.8 COPD/PPOM J44.9 cor pulmunale cronic ( CPC) I27.9 corpus alienum hipoparing T17.2 Corpus Alineum Broncus T17.5 corpus alineum peluru S21.0 corpus alineumthoacal (punggung) S29.9 coxitis M13.1 CPA ( odema perut akut) J81 CPD Q33.9 CRAO H34.2 CRF/GGK N18.9 cronic liver disease K76.9 cronic lung disiase J98.4 Croup J05.0 CRS M53.1 crush foot S97.8 crush injuri cruris S95.9 CTEV Q66.0 Cuitus N94.1 curetage skin L02.4 CVA I 64 CVA bleeding/hemorage/HS I61.9 CVA infak I63.9 CVD I67.9 CVD trombosit I66.9 cyanosis R23.0 cyatitis N30.9 cynotic CHD Q24.9 cysta bartolini N75.0 cysta cebaceaus L72.1 cysta cerebrl G93.0 cysta coklat N80.1 cysta conjunctiva H11.4 cysta ductus laclimaris H04.8 cysta endometrium N85.8 cysta epidermoid I72.0 Cysta eyelld (kelopak mata) H02.8 cysta folikuler K09.0 cysta hati I51.9 cysta mama N60.0 cysta maxijja K09.2 cysta nasal(binus) J34.1 Cysta overy N83.2 cysta pancereas K86.2 cysta preauriculer Q18.1 cysta radioculer K04.8 cysta retro kurikuler Q18.1 cysta sarcoma D46.6 cysta sub mandibula K11.6 cysta thyrogiasus Q89.2 cysta tiroid E04.1 cystocele (female) N81.1 cystocele (male) N32.8 cystocele (prolaps uteri) N81.4 dead conseptus O02.1 Decom cordis I51.9 decubitus(ulcer) L89 Defisiensi vitamin A E 50 Defisiensi vitamin lainnya E 51 - E 56 Deformasi kongenital kaki Q 66 Deformasi kongenital sendi panggul Q 65 deformiti gum K06.8 dehidrasi E06 deloyed depelopment R62.8 deloyed movement F80.9 demam abses L02.9 Demam berdarah dengue A 91 Demam bolak balik A 68 Demam dengue A 90 Demam kuning A 95 demam rematik I00 Demam reumatik akut I 00 - I 02 Demam tifoid serta paratifoid A 01 Demam tifus A 75 demam tipoid A01.0 Demam virus serta demam berdarah virus tular serangga lainnya A 93 - A 94 A 96 - A 99 Demam virus tular nyamuk A 92.1 - A 92 Demam yang sebabnya tidak diketahui R 50 Demensia F 00 - F 03 dementia senlititis F03 dengue A90 Dengue fever A09 Deplesi volume (dehidrasi) E 86 depresi F32.9 Derformitas tungkai didapat M 20 - M 21 Dermatitis L30.8 Dermatosis akibat kerja L 23 - L 24 Desmenorrhea N94.6 Despepsia K30 deviasi septuri J34.2 devic's desease G36.0 dextrocordia Q24.0 DHF/DSS A91 Diabetes melitus bergantung insulin E 10 Diabetes melitus berhubungan malnutrisi E 12 Diabetes melitus dalam kehamilan O 24 Diabetes melitus tidak bergantung insulin E 11 Diabetes melitus YDT lainnya E 13 Diabetes melitus YTT E 14 Diare & gastroenteritis oleh penyebab infeksi tertentu (kolitis infeksi) A 09 diare bayi baru lahir P78.3 diare yang ada hasil lab A09 diare yang tidak ada leb K52.9 diathesis hemorrhage D69.9 dibacok/ditebas/ditusuk maling W45.0 Dicederai X 85 - Y 09 dicubitus ( cerviks) N86 diffuse axonal injury T14.4 Difteria A 36 digigit anjing ( dogbite) W54.0 dikeroyok Y04.0 Dilated cardio myopanti (DCM) I51.7 dipikul Y04 diplopia H53.2 Dipteria A36.9 disentri amoeba A06.0 disentri basiler A03.9 diseruduk kerbau W64.9 Disfagia R13 disfungsi batang otak G93.9 Dislokasi T14.3 Dislokasi Ankle S93.0 Dislokasi bahu/humerus S43.0 dislokasi elbow/siku S53.1 Dislokasi HIP S73.0 Dislokasi lensa H27.1 dislokasi lutut S83.1 Dislokasi mandibula S03.0 Dislokasi panggul kiri S33.2 dislokasi TMJ S03.0 Dislokasi, terkilir, teregang YDT serta daerah badan multipel S 03, 13, 23, 33, 43, 53 S 63, 73, 83, 93, T 03 Dispepsia K 30 distension abdomen R14 Distocia O66.9 Distress pernapasan bal P22.9 distroyed lung J98.4 ditabrak mobil dari belakang sedang jalan V03.1 ditembak W34.0 diverticula meckel's Q43.0 DM E14.9 DM gangren E14.5 DM Juvenil E10 DM nepropaty E14.2 doble hemiparese G81.9 Dorsopati lainnya M 40 - M 44, M 54.6, .8, .9 down syndrom Q90.9 Drakunkuliasis B 72 drip normal bayi P03.6 Drip normal ibu I62.1 Drowning T75.1 drug eruption L27.0 drug induce halopridal T43.3 drug intoxication F19.0 drugindiced hepatitis T88.7 DUB N93.8 Duodenitis K29.8 DVT I82.9 dysphonia R49.0 dysrhytmia I49.9 edema anasorhe R60.1 edema cerebral G93.6 edema eyelid mata H02.8 edema papil H47.1 edema paru akut J81 edema vulva N90.8 Edema, proteinuria serta gangguan hipertensi dalam kehamilan, persalinan serta masa nifas O 10 - O 13, O 16 EDH ( epidural hematoma) S06.4 Efek kebisingan telinga bagian dalam H 83.3 Efek panas serta pencahayaan T 67 Efek radiasi YTT T 66 Efek samping pengguna obat, bahan obat serta bahan biologik Y 40 - Y 59 Efek sebab luar lainnya serta YTT pembedahan serta perawatan YTK di tempat lain T 33 - T 35, T 68 - T69 T 71-T 73, T 75 - T 78 Efek tekanan udara serta tekanan air T 70 Efek toksik bahan non medisinal lainnya T 51, T 53 -T 55 , T 57 - T58, T61- T 65 efusi pleura J90 Efusi pleura (empiema) J 90 - J 91 Ekinokokosis B 67 eklampsia O15.9 Eklampsia O 15 Ektopic cordis Q24.8 elektrik shook T75.4 Emboli serta trombosis arteri I 74 Emboli paru I 26 emesis R11 empisema paru J43.9 empyema J86.9 encepalopati G93.4 endocarditia J38 endometnosis N80.9 Endometriosis N 80 endometritis N71.9 endoptalmitis H44.0 ensefalitis G04.9 Ensefalitis virus A 83 - 86 ensepalopati hepatikum K72.9 enteritis A09 entrocular fistula K63.2 entropia bulu-buli Q64.1 entropien mata citaticial H02.1 epididmitis N45.9 epidoral hematoma S06.4 epigastro pain R10 epigglotitis J05.1 epilepsi G40.9 Epilepsi G 40 - G 41 Episoda depresif, gangguan depresif berulang, gangguan suasana perasaan (mood afektif) menetap, lainnya atau YTT F 32 - F 39 Episode manik serta gangguan afektif bipolar F 30, F 31 epitaxis R04.0 epulis K06.0 erisipelas A46 eritodemi L53.9 erythema toxica L53.0 esopagitis K20 esotrapia H50.0 exanthema subitum B05.2 excoriasis T14.0 exostosis M89.9 exostusis multiple Q75.6 exstra piramidal syndrom G25.9 faktur hidung/nasi S02.2 Faringitis akut J 02 febris pueperalis O 85 fetal bayi P 20,1 fetal distress O 33,9 fibro adenoma mama (FAM) D 24 fibro myostis M 79,0 fibro sarcoma D 21,9 fibroma D 36,7 fibroma axilla D 21,3 fibroma femur D 16,2 fibroma jari/pipi D 36,7 fibroma kepala D 21,0 fibroma osteo D 26,0 fibromyalgia M 79,0 fibrosis corpora cavernosa N 48,6 Filariasis B 74 fistal perianal K 60,3 fistal perineum N 38,0 fistal post op T 81,8 fistel enterocutaneous K 63,2 fistel palatum Q 35,9 fistel preauriculer Q 18,1 fistula abdomen K 63,2 fistula afresia ani Q 42,2 fistula dada J86.0 fistula medula Q 18,8 fistula rectum/kelainan Q 43,6 fistula uretra N 36,0 fistula vesico cutanens L 98,4 Fistula/Kista preaurikel H 61.8 flatulence R 14 Flebitis, tromboflebitis, emboli serta trombosis vena I 80 - I 82 floating kuee M 23,4 flour albus( keputihan) N89.8 flu J 11,1 FPD O 33,9 fr acetabulus S 32,4 fr fedis S 92,3 fr remus inferlor/superlor, pubis S 32,5 fr zygoma S 02,4 Fr. Oxygeus S 32,2 fraktur alveolis S02.8 fraktur ankie S 82,8 fraktur basis cranil/okipitalis S02.1 fraktur bimaleolar S82.8 fraktur calcaneus S92.0 fraktur cervical S12.9 fraktur clavicula S42.0 fraktur clavicula close S42.0.0 fraktur colles S52.5 fraktur comperesion T14.2 fraktur cosial/coxle S32.2 fraktur costal/coxle open S32.2.1 fraktur cruris distal S82.3 fraktur elbow S 52,0 fraktur femur S72.9 fraktur fibula S82.4 fraktur frontalis/pariental S02.0 fraktur humarius S42.3 fraktur humarius open S42.3.1 Fraktur leher, toraks atau panggul S 12, S 22, S 32, T 08 fraktur lumbar/l2 S32.0 fraktur maleolus S82.8 fraktur maluncin M84.0 fraktur mandibula S02.6 fraktur matacarpai S 62,3 fraktur maxilla S02.4 Fraktur meliputi daerah badan multipel T 02 fraktur metatarual S92.5 fraktur montigia S52.0 fraktur multiple T02.9 fraktur okanon S52.0 fraktur os pubis S32.5 Fraktur paha S 72 fraktur patella /genu S82.0 fraktur pelvis S32.8 fraktur phalink S92.5 fraktur radius antebrichis S52.0 fraktur rib lga S22.3 fraktur scapula S42.1 fraktur sinithis S52.5 fraktur talus S91.1 fraktur temporal S02.1 Fraktur tengkorak serta tulang muka S 02 fraktur tibia S82.2 fraktur trocanta S72.1 Fraktur tulang anggota gerak lainnya S 42, S 52, S 62, S 82 S 92, T 10,T 12 fraktur ulna S52.2 fraktur vetebrata Y 08 fraktur weber S92.1 fraktur wist S62.8 fuo R 50,9 furunkel telinga H 60,0 Gagal ginjal akut akibat asam jengkol N 17.8 Gagal ginjal lainnya N 17.0-.2,.9-N19 gagal jantung I50.0 Gagal jantung I 50 gagal napas J96.9 Gagal napas R 09.2 galactocele N64.8 Gangguan anxietas fobik, gangguan anxietas lainnya F 40, F 41 Gangguan badan kaca serta bola mata H 43 - H 45 gangguan belajar R48.0 Gangguan bukan radang pada indung telur, saluran telur serta ligamentum latum N 83 Gangguan dalam masa menopause serta perime nopause lainnya N 95 Gangguan daya dengar H 90 - H 91 Gangguan daya lihat H 53 Gangguan diskus servikal serta intervertebral lainnya M 50 - M 51 Gangguan disosiatif [konversi] F 44 Gangguan endokrin, nutrisi serta metabolik lainnya E15-35, E 58, E 63, E 65, E 67 - E 85, E 87 - E90 Gangguan gerakan berulang-ulang dengan kekuatan berlebih X 50 Gangguan haid Lainnya N 91.3 - .5, N 92.2 - .6 Gangguan hantaran serta aritmia jantung I 44 - I 49 Gangguan hiperkinetik, perilaku, emosional atau fungsi sosial khas, gangguan "tic", serta gangguan mental serta emosional lainnya F 05 - F 06, F 90 - F 98 Gangguan jaringan ikat sistemik lainnya M 30 - M 31, M 33 - M 36 Gangguan jaringan lunak akibat yang berhubungan dengan penggunaan tekanan berlebihan M 70 Gangguan jaringan lunak lainnya M 71 - M 79 Gangguan jiwa YTT F 99 Gangguan kelenjar tiroid lainnya E 07 Gangguan kepribadian, gangguan kebiasaan serta impuls, gangguan identitas, gangguan prevensi seksual F 60 - F 69 Gangguan kesehatan yang berhubungan dengan Y 96 Gangguan koroid serta korioretina H 30 - H 32 Gangguan lain gerakan mata binokular H 51 Gangguan lain kelopak mata H 02 - H 03 Gangguan lain retina H 35 - H 36 Gangguan mental serta perilaku akibat penggunaan Alkohol F 10 Gangguan mental serta perilaku akibat penggunaan Halosinogenika F 16 Gangguan mental serta perilaku akibat penggunaan Kanabinoida F 12 Gangguan mental serta perilaku akibat penggunaan Kokain F 14 Gangguan mental serta perilaku akibat penggunaan Opioida F 11 Gangguan mental serta perilaku akibat penggunaan Sedativa atau Hipnotika F 13 Gangguan mental serta perilaku akibat penggunaan Stimulansia F 15 Gangguan mental serta perilaku akibat penggunaan Tembakau F 17 Gangguan mental serta perilaku akibat zat pelarut yang mudah menguap atau zat multipel serta zat psikoaktif lainnya F 18, F 19 Gangguan obsesif - kompulsif F 42 Gangguan pada payudara N 60 - N 64 Gangguan perkembangan serta erupsi gigi termasuk impaksi K 00 – K 01 Gangguan perkembangan psikologis F 80 - F 89 Gangguan pernapasan akibat menghirup zat kimia, gas, asap serta uap J 68 Gangguan prostat lainnya N 41 - N 42 Gangguan psikotik nonorganik lainnya atau YTT F 28 - F 29 Gangguan refraksi serta akomodasi H 52 Gangguan saluran napas lainnya yang ber-hubungan dengan masa perinatal P 22 - P 28 Gangguan saraf optik serta saraf penglihatan H 46 - H 48 Gangguan saraf, radiks serta pleksus saraf G 50 - G 55, G 56.1, .4, .9, G 57 - G 59 Gangguan serangan peredaran otak sepintas serta sindrom yang terkait G 45 Gangguan sistem kemih kelamin lainnya N 82, N 84 - N 90, N 93- N 94, N 96, N 98 - N 99 Gangguan sistem lakrimal serta orbita H 04 - H 06 Gangguan skizoafektif F 25 Gangguan stress pasca trauma F 43.1 Gangguan struktur serta densitas tulang M 80 - M 85 Gangguan tiroid berhubungan dengan defisiensi iodium E 00 - E 02 Gangguan waham menetap serta induksi F 22, F 24 ganglion M07.4 gangren pulpa( GP) K04.1 gangren radix (GR) R02 gangrene R02 gaster porforasi K31.9 gastri ulcer K25.9 gastritis K29.7 gastritis acut K29.1 gastritis alcoholik K29.2 gastritis alergi K29.6 gastritis chronik K29.4 Gastritis serta duodenitis K 29 gastro duodenitis K29.9 gastro schizis Q79.3 gawat janin O68.9 GBS G61.0 GE A09 Gejala pada jantung R 00 - R 01 Gejala sisa cedera, keracunan serta akibat lanjut sebab luar T 90 - T 98 Gejala sisa malnutrisi serta defisiensi gizi lainnya E 64 Gejala, tanda serta penemuan klinik serta laboratorium tidak normal lainnya, YTK di tempat lain R 02 - R 09.0, .1, .3, .8 R96 - R 99 gemeli O30.0 GGA N17.9 GGK/GNC N18.9 ginggivitis K05.1 gipastrik pain R10.1 glant cell femur K06.8 glaucoma congenital Q15.0 glaucoma kronik H40.1 glaucoma sekunder H40.5 Glaukoma H 40 - H 42 glaukoma acut H40.2 glomerulo nepritis kronis N03.9 GNA( gromeruloneprritis acut) N00.9 GNAPS ( glomerulonepritis acut post streptococos) N00 Gondong B 26 gonitis M00.0 gonorrhea A54.9 gout ( urat) M10.9 gout artritis M10.0 grande multipara Z35.4 granuloma L92.9 granuloma hidung J32.9 granuloma mata H01.8 granuloma telinga H71 granuloma umbilicus L92.3 grave"s desease E05 gusi berdarah K06.0 gynecomastia N62 gyneko ekologi Z01.4 hallux valgus M20.1 hallux valgus congenital Q66.3 hamil + hipertensi O16 hamil ectopic O00.9 hamil kurang dari 37 mg O47.0 hamil muda O26.9 hamil normal O80.9 hamil+ anemia O99.0 Hasil laboratorium positif HIV R 75 headache R51 heat struke T67.0 Helmintiasis lain B 68 - 71, B 75, B 77 - B 83 hema insisionalis K43.9 hemangioma D18.0 hemangioma sarcoma C49.3 hemaptoe R04.2 hematemasis K92.0 hematematis graviderum O21.1 hemato bayi P54.8 hemato pnemo thorax S27.1 hemato traumatik S27.1 hematocyluria B65.0 hematoma T14.0 hematoma dahi kiri S09.9 hematoma labia N90.8 hematoma subdural S06.5 hematoma testis N50.1 hematoma vagina N89.8 hematoma vulva O71.7 hematomegali R16.0 hematometra N35.7 hematuria R31 hemiparesis G81.9 hemongioma capilary D18.0/M9131/0 hemopili D66 hemorage intra ocular H44.3 hemorage intra of newbron P21.8 HEMORHAGE R58 hemorhage conjupctiva H11.3 hemoroid I84.9 hemoroid external I84.5 hemoroid interna I34.2 Hemoroid/Wasir I 84 henmatocal N94.8 henoch schonlein purpura (HSP) D69.0 hepatik fallure K72.9 hepatitis K75.9 hepatitis A B15.9 Hepatitis A akut B 15 hepatitis acut K72.0 hepatitis B akut B16.9 Hepatitis B akut B 16 Hepatitis C akut B 17.1 hepatitis C cronis B17.1 Hepatitis E akut B 17.2 hepatitis fulminaat B19.9 hepatitis kronik K73.9 Hepatitis kronik K 73 hepatitis neunatal P59.2 hepatitis virus akut B19.9 hepatitis virus B B16.9 Hepatitis virus lainnya B 17.0.8, B18 - B19 hepato renal syndrom K76.7 hepatoma C22.0 hepatos plenomegali R16.2 heperurisemia E79.0 hepotensi I95.9 hermoprodite Q66.0 hernia K46.9 hernia eoigastric/ventral K44.9 hernia femoral K43.9 Hernia inguinal K 40 hernia insisional K41.9 Hernia lainnya K 41 - K 46 hernia medialis K45.8 hernia umbicollis K42.9 herpes facialis B00.1 herpes simpleks B00.9 herpes zooster B02,9 HHD K43.9 hiccup R06.6 Hidramnion O 40 hidrocelle N43.3 hidrocelle testis dextra N50.9 hidrocepalus G91.9 hidrocepalus bayi Q03.0 Hidrokel serta spermatokel N 43 hidrom neos bayi P01.3 hidromnios O40 hidroneorosis N13.3 hidrops K60.9 Hidrosefalus kongenital Q 03 HIE ( hipoxic ischemic ensialopaty) G93.4 hifopermia T66 higroma ( colli d Cystioa) D18.1 HIL /scrotalis/inguinalis K40.9 hipaglikemia bayi P70.4 hipalbumenimia E88.0 hipema H21.0 hipema traumatic S05.1 hiper billirubimania P59.9 hiper cholestrol E78.0 hiperactive exercise I51.3 hipercolestrolemia E78.0 hiperemia pulpa HP K04.0 hipergilikemia R73.9 hiperpirakia R50.9 Hiperplasia prostat N 40 hipertensi ensepalopaty I67.4 Hipertensi esensial (primer) I 10 Hipertensi gestasional (akibat kehamilan)dengan proteinuria yang nyata/preeklamsia O 14 Hipertensi portal K 76.6 hipertiroid E05.9 hipertrapi scar L91.0 hipertropi prostat N40 hipertropi pilory stenosis K31.1 hipoglikemia E16.2 Hipoksia intrauterus serta asfiksia lahir P 20 - P 21 hipospadia Q54.9 hipospadia penoscrotal Q54.4 hipotiroid E03.9 Hipotiroidisme lain E 03 hipovolamik syok T79.4 hipoxia bayi P21.9 hischpruag Q43.1 histeria F44.9 HIV B24 HOCM hipertensi oostruktif cardiomyopati I42.1 hodkin disease C81.0 hona,foot serta mouth disease ( HFMD) B08.4 HONK E14.0 hordeolum H00.0 HPP O72.1 hyper menorea N92.0 hyperthiroid E05.9 ICH multiple S06.2 icterus R17 icterus neonatorum P59.9 IHD I25.9 ileus K56.7 ileus paralitik K56.0 Ileus paralitik serta obstruksi usus tanpa Hernia K 56 ilius obstruktif K56.6 imark miokard I21.9 Imperforata hymen (blum pernah hamil) Q52.3 impetigo bulose L00 impotensi dini F52.2 impressi fr.os frontal X25.0 Imunisasi BCG Z 23. 2 Imunisasi campak Z 24. 4 Imunisasi serta kemoterapi pencegahan lainnya Z 23.0, .1, .3 - .4, .6 - .8 Imunisasi gabungan DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) Z 27. 1 Imunisasi hepatitis virus Z 24. 6 Imunisasi poliomielitis Z 24. 0 Imunisasi rabies Z 24. 2 Imunisasi tetanus Z 23. 5 Infantil cerebral palsy G 80 Infark miokard akut I 21 - I 22 Infark serebral I 63 infeksi bronohitis J40 infeksi gigi K04.7 infeksi gigi K01.1 infeksi gonocolle S54.9 Infeksi gonokok A 54 Infeksi herpesvirus (Herpes simpleks) B 00 Infeksi khusus lainnya pada masa perinatal P 38 - P 39 Infeksi Klamedia A 70 Infeksi kulit serta jaringan subkutan L 00 - L 08 Infeksi lainnya yang terutama ditularkan melalui hubungan seksual A 57 - A 64 infeksi luka oprasi (ILO) T81.4 Infeksi meningokok A 39 infeksi meninokok A39.9 infeksi neunatal P39.9 infeksi neunatrium P39.9 infeksi puerferalis O86.4 infeksi renal chronis N11.9 Infeksi saluran napas bagian atas akut lainnya J 00 - J 01 J 05 - J 06 Infeksi trematoda lainnya B 66 infeksi umbilicus R38 infertality N97.9 Infertilitas perempuan N 97 infiltrat parotis K11.9 Influensa J 10 - J 11 injury T14.9 inpartu R19.8/Z33 insect bite T14.0 insect bite T63.4 insomnia G47.0 insufisiensi renal GGK N18.9 inta cerebral bleding G93.9 intake makanan A05.9 interstitial lung oedema J84.9 interusi gigi K08.9 intocikasi bodrex T39.1 intolorance food K90.4 intosikasi racun serangga T60.9/X48.0 intosikasi susu T14.7/X44.0 intosikesi T88.7 intoxcisasi CTM F15.0 intoxcisasi jamur T62.0/X49.0 intoxicasi bayigon T60.9/X68.9 intoxicasi bensin T52.0/X66.0 intoxicasi deterjen T55/X69.0 intoxicasi kerosin T52.0/X46.0 intoxicasi obat F10.0 intoxicasi racun tikus T60.4 intra cranial bleeding D75.9 intra cranial bleeding non traumatik I62.2 intra cranial bleeding traumatik S06.3 invaginasi K56.1 inversio uteri N85.5 inversio uteri post fartum O71.2 inverte papiloma cav.nasi C76.0 invertigo L01.0 Iridosiklitis serta gangguan lain iris serta badan silier H 20 - H 22 iritasi pulpa K04.9 ischemik I99 ischialgia M54.3 ISK N39.0 ISPA J06.9 ITP D69.3 IUD Z30.5 IUFD ( KJDR) O36.4 IUFD ( KJDR)bayi P95 J KODE jalan kaki ditabrak mobil V03.4 jalan kaki ditabrak motor V01.9 Janin serta bayi baru lahir yang dipengaruhi oleh faktor serta penyulit kehamilan persalinan serta kelahiran P 00 - P 04 jantung kroner I25.9 jantung rematik I09.0 jatuh W19.0 Jatuh W 00 - W 19 jatuh dari cidomo V38.1 jatuh dari kamar mandi W18.0 jatuh dari korsi W07.0 jatuh dari mobil di jalan raya V48.6 jatuh dari motor V28.9 jatuh dari pohon W14.0 jatuh dari rumah /bangunan W13.0 jatuh dari sepeda V18.9 jatuh dari tangga W11.0 jatuh dari tempat tidur W06.0 jatuh dari truck V58.0 jatuh dibawah W01.0 jatuh disekolah sox ditabrak teman W51.2 jatuh kesumur W17.0 jatuh terguling dari mobil V48.6 KAD (koma asidosis diabetic) E14,0 kaki masuk jeruji motor V38,1 kala I O63,0 Kala II O63,1 Kardiomiopati I 42 - I 43 Karies gigi K 02 karies propunda K02,9 Karsinoma in situ kulit D 04 Karsinoma in situ lainnya D 00 - D 03 D 07 - D 09 Karsinoma in situ payudara D 05 Karsinoma in situ serviks uterus D 06 Katarak serta gangguan lain lensa H 25 - H 28 KB suntik Z30,9 KCCL E41 Keadaan infeksi HIV asimtomatik Z 21 kebekeran rumah X09,0 Kecelakaan angkutan air V 90 - V 94 Kecelakaan angkutan darat V 01 - V 89 Kecelakaan angkutan lain V 98 -V 99 Kecelakaan angkutan udara serta ruang angkasa V 95 - V 97 Kecelakaan keracunan serta terdedah oleh bahan beracun lainnya X 40 - X 44 Kecelakaan tenggelam serta terbenam W 65 - W 74 kedangnitis K83,0 kehamilan abdominal O00,0 Kehamilan ektopik O 00 Kehamilan lain yang berakhir dengan abortus O 02, O 06 - O 08 kehamilan lewat waktu O48 Kehamilan lewat waktu O 48 Kehamilan multipel O 30 kejang R56,8 kejang demam R56,0 Kejang YTT R 56 kejatuhan benda W20 Kelainan dentofasial termasuk maloklusi K 07 – K 08 Kelainan kromosom YTK ditempat lain Q 91 - Q 99 Kelainan sendi lainnya M 22 - M 25 keloid L91,0 kemasukan biji di telingga W44,0 Kembar siam O84 kembung R14 kena air panas X11,0 kena gelas/kaca E25,0 kena jarum W 27 kena kapak W27 kena kawat/besi W22,0 kena kayu W21 kena lempar buku W20,0 kena mesin giling W31 kena minyak panas X10 kena paku W22,0 kena pancing W20,8 kena peluru nyasar W29,0 kena pisau/pedang W26,0 kena ranting pohon X58 kena tembak W 34,0 KEP E46 Keracunan akibat pemaparan alkohol X 45 Keracunan akibat pemaparan bahan beracun berbahaya lainnya X 49 Keracunan akibat pemaparan gas-gas & uap-uap lainnya X 47 Keracunan akibat pemaparan pelarut organik & hidrokarbon serta uapnya X 46 Keracunan akibat pemaparan pestisida X 48 Keracunan gas, asap serta uap lain T 59 Keracunan logam T 56 Keracunan obat serta preparat biologik T 36 - T 50 Keracunan pelarut organik T 52 Keracunan pestisida T 60 Keratitis H16,9 Keratitis serta gangguan lain sklera serta kornea H 15 - H 19 kerato uvcitis H20,9 kern icterus P57,9 Kesalahan pada pasien selama perawatan medis non bedah Y 60 - Y 84 kestrum W87,0 KET O00,1 Ketuban pecah dini O 42 Khitanan menurut agama serta adat kebiasaan Z 41.2 KIPI (komplikasi ikutan pasca imuisasi) T88,1 kista cengenital Q89,8 Kista serta abses kelenjar Bartholin N 75.0.1 kista mesenterial K66,8 kista orbit H05,8 kista ovarli (beraslin) N83,2 kista parovarium Q50,5 kista radicular K04,8 Kista rongga mulut serta penyakit pada rahang K 09 – K 10 kista umbilicoli C44,5 kistoma ovaril D27 KLL V29,9 Kolelitiasis K 80 kolera A60,9 Kolera A 00 Kolesistitis K 81 Koma hepatikum serta hepatitis fulminan K 72 kompor meledak /kena api kompor X02,0 kompressi medulla G93,5 Kondisi hemoragik serta penyakit darah serta organ pembuat darah lainnya D 65 – D 69, D 71 - D 73, D 75 – D 77 Kondisi lain yang bermula pada masa Perinatal P 08, P 29, P 50 - P 54 P 56 - P 94, P 96 Konjungtivitis serta gangguan lain konjungtiva H 10 - H 13 konka hipertrofi J24,8 Kontak dengan bahan panas X 10 - X 19 Kontak dengan binatang & tumbuhan beracun X 20 - X 29 kontraktur jari M20,0 KP A16,9 KP lama A16,2 KPD O42,9 kwarsiakor E40 labio genato suzies Q36.9 labio mayora Q51.0 labio palato baizies Q35.9 lacerasi anus S31.8 lacerasi eye/cornea tampaprolapsa S05.2 lacerasi vulva S31.4 laceratum T14.1 lagophitalmoes H02.2 Lahir mati P 95 laringeal web Q31.0 laringitis akut J04.0 laringitis cronik J37.0 Laringitis serta trakeitis akut J 04 laringo malacea/plagin J38.0 laringo paringitis acut J36.0 lecerasi cerebri S05.3 ledakan tabung gas W36.0 left heard failure LHF S06.2 Leiomioma uterus D 25 Lepra/Kusta A 30 Lesi saraf radialis G 56.3 Lesi saraf ulnaris G 56.2 Lesmaniasis B 55 letak lintang anak P01.7 letak lintang ibu O32.2 letak lintang kasep anak P03.1 letak lintang kasiep ibu O64.1 Letak muka O32.3 letak sunsang ( ibu) O32.1 letak sunsang anak P01.7 leucoma cornea H17.8 Leukemia C 91 - C 95 leukemia acut C95.0 leukemia comea H18.9 lever ambic abses AO6.4 lever amebic abses A06.1 leymyosarcoma M35.9 Limfadenitis tuberkulosa A 18.2 Limfoma non Hodgkin C 82 - C 85 limpoma no hodgkins C85.9 limpomamalignah C85.9 lipoma I50.1 lipoma neohal D17.9 lipoma retraurculer C85.9 liver cronic K76.9 liver cronis disease K76.9 lodwing angina K12.2 loose body patela (knee) M23.4 Luka bakar serta korosi T 20 - T 32 luka empeksi T79.3 lumbago ( LBP) /low back pain M54.5 lupa CNS M32.9 Lupus eritemateus sistemik M 32 LVH cardiomegali I51.7 lympadenitis I88.9 lympadenopaty C85.0 lympadenpaty sup mandibula R59.1 lympadepaty colli Q89.2 lympengioma D18.1 lympo sarcoma D17.9 macrostamia Q18.4 mal oclussion K07.4 Malaria (Included all malaria) B 50 - B 54 malaria cerebral B50.0+ malaria cerebral klinis /demam B54 malaria falciferum/tropical/algida B50.9 malaria ovaie B53.0 malaria quartana B52.9 malaria vivak /tertiana B51.9 Malformasi serta deformasi kongenital sistem muskuloskeletal lain Q 67 - Q 79 Malformasi kongenital alat kelamin laki Q 54 - Q 56 Malformasi kongenital alat kelamin wanita Q 50 - Q 52 Malformasi kongenital lainnya Q 10 - Q 18, Q 30 - Q 34, Q 80 - Q 89 Malformasi kongenital sistem cerna lainnya Q 38 - Q 40,Q 42 - Q 45 Malformasi kongenital sistem kemih lainnya Q 60 - Q 64 Malformasi kongenital sistem peredaran darah Q 20 - Q 28 Malformasi kongenital susunan saraf lain Q 00 - Q 02 Q 04, Q 06, Q 07 malignancy lutut C76.5 malnutrisi E46 Malnutrisi E 40 - E 46 malrotasi Q43.3 malunion M84.0 mama alberant Q83.8 marasmus E41 marasmus kwarsi E42 marnae diplasia N60.9 massa colon K63.8 mastititis abses N61 mastoiditis H70.9 mastopati N64.9 masuk lintah W57 medulo blastoma C71.6 mega colon K59.3 mega colon congenital Q43.1 megacolon congenital Q43.1 meiges syndrom Q82.0 Melanoma ganas kulit C 43 melena bayi P54.1 melena dewasa K92.1 melenoma malignen C43.9 mellery weis syndrom K22.6 menabrak dinding W22 menabrak pohon V47 menelan uang logam W44.0 menengitis G03.9 meningitis TBC A17.0 Meningitis tuberkulosa A 17.0 meningo ensafalitis G04.9 meningo ensefalocelle Q01.9 meningo gasepalitis TB A17.8+ G05.0* meningocelle Q05.9 menometroragia N92.1 menopause N95.1 menoraghia N92.0 Menoragi atau metroragi N 92.0, .1 menstruasi N92.6 mental retardation F79 menunggu bayi Z39.0 Mesotelioma C 45 Metahaemoglobinema D 74 metastase glutea CA C81 metastase intra cranial C71.9 meteorismus ( perut kembung) R14 micro urethra conginital Q55.8 microcepally Q02 migren G43.9 Migren serta sindrom nyeri kepala lainnya G 43 - G 44 Mikosis B 35 - B 49 miningitis prulent /bacterial G00.9 Miopati serta reumatisme M 60 – M 64, 'M 66 – M 68 mised abortion/dead concytens O02.1 missing teeth K00.0 mitra valve prolapa I05.9 mitral insufiensi I34.0 mitral stenosis I05.0 mnemonia berat J18.9 Mola hidatidosa O 01 mola hidatodosa O01.9 moluscum contagiosum B08.1 moluscum contagiosum mata H03.1 monoliasis B37.9 monoliasis bayi P37.5 Mononeuropati anggota tubuh bagian atas lainnya G 56.8 monoparase extrimitas G83.1 morbili B05.9 morbus harsan fieaksi A30.9 motion sicknese T75.3 MR ( mitral regorgitasi) I34.0 mulitple cranial palsy G57.7 multipara Z64.1 multiple cerebri G93.9 multiple conginital anomaly Q89.9 multiple contusio muscolorum T06.4 multiple exostosis Q78.6 multiple fibroma colorsum D21.2 multiple hordeulum H00.0 multiple polip senile C97 myalgia M79.1 myastenia gravis G70.0 myastenia gravis bayi P94.0 mycosis mycotic B49 myelenopritis N12 myelitis G04.9 myelofibrosis D47.1 myocardial infection MCI I40.0 myocarditis I51.4 myoma uteri D25.9 myopia H52.1 myosercoma betis kiri C42.9 myositis M60.9 N KODE naevus pigmentasi Q82.5 necrasis palax /brachl T87.5 necrosis R02 Nefritis tubulo - interstitial, tidak ditentukan akut atau kronik/pielonefritis N 12 Nefropati disebabkan oleh logam–logam berat N 14.3 Nefropati Imunoglobulin A (Ig A) N 02.8 Neoplasma ganas sistem napas serta alat rongga dada lainnya C 30, C 31, C 37 - C 38.0, C 39 Neoplasma ganas alat kelamin perempuan lainnya C 51 - C 52, C 57 Neoplasma ganas alat kelamin pria lainnya C 63 Neoplasma ganas alat kemih lainnya C 66, C 68 Neoplasma ganas bagian susunan saraf pusat C 70, C 72 Neoplasma ganas bagian uterus lainnya serta YTT C 55 Neoplasma ganas bibir, rongga mulut, kelenjar liur, faring, tonsil C 00 - C 10 Neoplasma ganas bibir, rongga mulut, faring, lainnya & YTT C 12 - C 14 Neoplasma ganas bronkus serta paru C 34 Neoplasma ganas daerah rektosigmoid, rektum serta anus C 19 - C 21 Neoplasma ganas esofagus C 15 Neoplasma ganas ginjal, pelvis ginjal C 64 - C 65 Neoplasma ganas hati serta saluran empedu intrahepatik C 22 Neoplasma ganas jaringan ikat & jaringan lunak C 46 - C 49 Neoplasma ganas kandung kemih (buli-buli) C 67 Neoplasma ganas kelenjar endokrin lain serta struktur terkait C 74 - C 75 Neoplasma ganas kelenjar tiroid C 73 Neoplasma ganas kolon C 18 Neoplasma ganas korpus uteri C 54 Neoplasma ganas kulit lainnya C 44 Neoplasma ganas lain dari limfoid, hematopoetik serta jaringan terkait lainnya C 88-C 90, C 96 Neoplasma ganas lambung C 16 Neoplasma ganas laring C 32 Neoplasma ganas mata serta adneksa C 69 Neoplasma ganas mediastinum C 38.1-.8 Neoplasma ganas nasofaring C 11 Neoplasma ganas otak C 71 Neoplasma ganas ovarium (indung telur) C 56 Neoplasma ganas pankreas C 25 Neoplasma ganas payudara C 50 Neoplasma ganas penis C 60 Neoplasma ganas plasenta (uri) C 58 Neoplasma ganas primer tempat multipel C 97 Neoplasma ganas prostat C 61 Neoplasma ganas sekunder serta neoplasma ganas kelenjar getah bening YTT C 77 - C 80 Neoplasma ganas serviks uterus C 53 Neoplasma ganas tempat lain serta yang tidak jelas batasannya C 76 Neoplasma ganas testis C 62 Neoplasma ganas trakea C 33 Neoplasma ganas tulang serta tulang rawan sendi C 40 - C 41 Neoplasma ganas usus halus serta alat cerna lainnya C 17, C 23 - C 24, C 26 Neoplasma jinak alat kemih D 30 Neoplasma jinak kulit D 22 - D 23 Neoplasma jinak lainnya D 10 - D12.0-.5,.7-.9, D13 D 31 - D32, D 34 - D36 Neoplasma jinak mediastinum D 15.2 Neoplasma jinak otak serta susunan saraf pusat lainnya D 33 Neoplasma jinak ovarium (indung telur) D 27 Neoplasma jinak payudara D 24 Neoplasma jinak sistem napas lainnya D 14.1 - .4 Neoplasma yang tak menentu perangainya serta yang tak diketahui sifatnya D 37 - D 48 nephro calcinosis N29.8 nepratio sindrom N04.8 nepritis N05 neprolitiasis N20.0 nepropati diabetik E14.2+N08.3* neuralgia M79.2 neurastania F48.0 neuritis optic H46 neuritis retro bulbar H46 neuro chorioretiasis H30.9 neuro fibromatosis Q85.0 neuro panic D70 neuropaty G58.9 neus post histerectomy K56.7 NHL L85.9 NHS ( non hemorage stroke) I64 Nistagmus & pergerakan mata yang tidak teratur lainnya H 55 noma A69.0 non union fraktur M84.1 nyeri dada R07.4 Nyeri perut serta panggul R 10 nyeri pinggang M54.5 Nyeri punggung bawah M 54.5 O KODE Obesitas E 66 obesitas /overweleh E66.9 OBS febris R50.9 obstipasi K59.0 obstruksi anus ( akut bawan bayi) P03.1 obstruksi nasi J34.8 obstruksi parsial K11.8 obstruksi uropati N13.1 obstruksi usus P76.9 obstruktif sundice K87 oclosio arteri retina sentral H34.1 old myocard infaction ( OMI) I25.2 oligohidramnion O41.0 OMP H66.9 ompalitis P38 ompalocelle Q79.2 Onkosersiasis B 73 open fr cruris S 82,2,1 open wound prut S31.8 open wourd abdomen wall S31.1 open wourd knee S81.0 open wourd tigh paha S71.1 opthalmopalgia H49.9 oral trush B46 Orang lain dengan risiko gangguan kesehatan yang berkaitan dengan penyakit menular Z 20, Z 22 Orang yang mendapatkan pelayanan kesehatan untuk pemeriksaan khusus serta investigasi lainnya Z 00.2 - Z 13 Orang yang mengunjungi pelayanan kesehatan untuk tindakan perawatan khusus lainnya Z 40 - Z41.0, .1, .3 - Z 45,Z 51 - Z 54 orbital celluitis H05.0 orchitis N46.9 osteo sarcoma dari C40.1 osteo sarcoma femur C49.2 osteo sarcoma lutut C40.2 osteoartritis M19.9 Osteomielitis M 86 osteomyolitis M86.9 osteonecrosis M87.9 otitis H66.9 Otitis media serta gangguan mastoid serta telinga tengah H 65 - H 75 over dosis T50.9 PAI K38.1 pain abdominal R10.4 palacenta previa ( jalan keluar bayi tertutup placenta) O44.0 palato sciziz Q35.9 palpitasi R00.2 palsy cerebral G80.9 pancereas anular K86.8 pancreatitis acut K85 pancytopenia D61.9 panic diserdes F41.0 Pankreatitis akut serta penyakit pankreas lainnya K 85 - K 86 panophtalmitis H44.0 paraliasi pertodik G12.3 paralitik ilius K56.0 paraparesis G82.2 paringitis J02.9 parkinson G20 Parkinson sekunder G 21 parotitis K11.2 partus imaturus O47.0 partus kasep O63.0 partus kobrojal O62.3 partus lama O63.2 Paru/lobus luluh akibat TB B 90.9.1 pasang sepiral Z30.1 pasca oferictomi Z90.7 pasiccsomatis F45.9 PAT I47.1 Patek (Frambusia) A 66 Pelayanan yang melibatkan gangguan prosedur prosedur rehabilitasi Z 50 pelvic peritonisis N73.5 Pemaparan bising W 42 Pemaparan getaran W 43 Pemaparan radiasi pengion W 88 Pemaparan radiasi pengion lain W 90 Pemaparan radiasi YTT W 91 Pemaparan sinar ultra violet serta man-mide visible W 89 Pemasangan serta penyesuaian gigi palsu Z 46.3 Pemasangan serta penyesuaian kacamata serta lensa kontak Z 46.0 Pemeriksaan kesehatan bayi serta anak secara rutin Z 00.1 Pemeriksaan kesehatan umum Z 00.0 pendarahan anus K62.5 pendarahan gusi K06.8 pendarahan infra kranial PIK D75.9 pendarahan intra abdomen R58 pendarahan intra cranial D75.9 pendarahan pasca menopouse N95.0 Pendarahan pasca persalinan O 72 pendarahan post op T18.0 pendarahan tali pusat bayi P51.9 pendarahan umbilicoli P51.9 pendarahn pons I61.3 penelitis H46 penemo thorax J93.9 penemo torax acut /cronik J93.8 penemunia deastinum bayi P25.2 penemunia disdtinum J98.2 Pengawasan kehamilan dengan risiko tinggi Z 35 Pengawasan kehamilan normal Z 34 Pengelolaan kontrasepsi Z 30 Penunjang sarana kesehatan untuk alasan Lainnya Z 31 - Z 33, Z 37,Z 55 - Z 99 Penyakit alat kelamin laki lainnya N 44 - N 46 N 48 - N 51 Penyakit Alzheimer G 30 Penyakit apendiks K 35 - K 38 Penyakit arteri, arteriol serta kapiler lainnya I 71 - I 72, I 77 - I 79 Penyakit bakteria lainnya A 21, A 24-28 A 31-32, A 38, A 42-49 Penyakit bibir, mukosa mulut lainnya serta lidah K 13 - K 14 Penyakit cacing tambang B 76 Penyakit Crohn serta tukak kolitis K 50 - K 51 Penyakit de Quervain M 65.4 Penyakit Divertikel usus K 57 Penyakit esofagus, lambung serta duodenum lainnya K 20 - K 23, K 28, K 31 Penyakit glomerulus lainnya N 02.0 -.7,.9,N03, N 05 - N 08 Penyakit gondok nontoksik lain E 04 Penyakit gusi, jaringan periodontal serta tulang alveolar K 05 – K 06 Penyakit hati akibat bahan beracun di tempat kerja K 71 Penyakit Hati Alkohol K 70 Penyakit hati lainnya K 74.0 - .5, K 75, K 76.1-.5, .8, .9, K 77 Penyakit hemolitik pd janin & bayi baru lahir P 55 Penyakit hidung serta sinus hidung lainnya J 30.0 - J 30.2, J 33, J 34.0 - .3 Penyakit hipertensi lainnya I 11 - I 15 Penyakit Hodgkin C 81 Penyakit infeksi serta parasit kongenital P 35 - P 37 Penyakit infeksi serta parasit lainnya A 65, A 67, A 69, A 74, B 85 - B 89, B 94 - B 99 Penyakit infeksi usus lainnya A 02, A 04 - A 05 A 07 - A 08 Penyakit jantung iskemik lainnya I 20, I 23 - I 25 Penyakit jantung lainnya I 27 - I 41, I 51- I 52 Penyakit jantung reumatik kronik I 05 - I 09 Penyakit jaringan keras gigi lainnya K 03 Penyakit jaringan lunak mulut (Stomatitis) serta lesi yang berkaitan K 12 Penyakit kelenjar liur K 11 Penyakit klamidia yg ditularkan melalui hubungan seksual A 55 - A 56 Penyakit kulit serta jaringan subkutan lainnya L 10 - L 22, L 25 - L 99 Penyakit lain mata serta adneksa H 57 - H 59 Penyakit Parkinson G 20 Penyakit pembuluh darah perifer lainnya I 73.1 - .9 Penyakit pulpa serta periapikal K 04 penyakit radang panggul PRP N94.9 Penyakit radang susunan saraf pusat G 00 - G 09 Penyakit saluran napas bagian atas lainnya J 36 - J 39 Penyakit serebrovaskular lainnya I 65 - I 69 Penyakit sistem cerna lainnya K 82 - K 83, K 87 - K 93 Penyakit sistem kemih lainnya N 25 - N 29, N 31 - N 39 Penyakit sistem muskuloskeletal serta jaringan ikat M 87 - M 99 Penyakit sistem napas lainnya J 22, J 66.1 -2, J 66.8, J 94 - J 99 Penyakit sistem sirkulasi lainnya I 86 - I 99 Penyakit susunan saraf lainnya G 10 - G 13, G 22 - G 26, G 90 - G 91, G 93 - G 99 Penyakit telinga serta prosesus mastoid H 60 - H 61.0-.3,.9, H 62, H 83.8, .9, H 92 - H 95 Penyakit tertentu yang menyangkut mekanisme imun D 80 – D 89 Penyakit tonsil serta adenoid kronik J 35 Penyakit tubulo-interstitial ginjal lainnya N 10 - N 11, N 13, N 14.0-2. .4, N 15 - N 16 Penyakit usus serta peritoneum lainnya K 52 - K 55, K 59 - K 67 Penyakit virus gangguan defisiensi imun pada manusia (HIV) B 20 - B 24 Penyakit virus lainnya A 81, A 87 - A 89 B 25, B 27 - B 34 Penyulit awal trauma tertentu serta penyulit pembedahan serta perawatan YTK di tempat lain T 79 - T 88 Penyulit kehamilan serta persalinan lainnya O 20 - O 23, O 25 - O 29 Penyulit yang lebih banyak berhubungan dengan masa nifas serta kondisi obstetrik lainnya, YTK ditempat lain O 85 - O 99 Perawatan serta pemeriksaan pasca persalinan Z 39 Perawatan ibu yang berkaitan dengan janin serta ketuban serta masalah persalinan O 31 - O 39 O 41, O 43, O 47 percoban bunuh diri ( gantung diri) Z91.5 Perdarahan antepartum YTK ditempat lain O 46 Perdarahan intrakranial I 60 - I 62 pereleukemia D46.9 pereplegia G52.2 perforasi ileum/usus K63.1 peri penopose bleeding N92.1 periapendicitis K37 pericardial Effusi I31.3 periodentitis acut K05.2 peritonisis difusi K65.0 peritonisis generalized K65.0 peritonitis K65.9 peritonsilaer abses J36 Perlemakan hati K 76.0 perodenitis cronic K05.3 perporasi jejunum K63.1 perporasi kolon sigmoid K63.1 perpurasi MAC H66.9 Persalinan dengan penyulit gawat janin O 68 Persalinan macet O 64 - O 66 Persalinan multipel O 84 Persalinan prematur O 60 Persalinan tunggal spontan O 80 persiapan CT scen G81.9 persistensi gigi K00.6 Pertumbuhan janin lamban, malnutrisi janin serta gangguan yang berhubungan dengan ke-hamilan pendek serta berat badan lahir rendah P 05 - P 07 pertusis A37.9 Pertusis/Batuk rejan A 37 phymosis N47 Piotoraks [empiema] J 86 pisikosis organik F09 placenta pravia bayi P02.0 Plak pleural J 92 Plasenta previa O 44 plaura pnemunia J18.8 plebitis I 80.9 plegmoa K10.2 pleura efusi J90 PNC N11.8 pnemonia lobaris J18.1 pnemu torax J86.9 pnemunia antipical J15.7 pnemunia sapirasi J69.0 Pneumokoniosis J 60 - J 65 Pneumonia J 12 - J 18 Pneumonitis Hipersensitivity akibat abu organik J 67 Pneumotoraks J 93 PNH ( parokimal noctumal hemoglobimuria) D59.5 poli artritis M13.0 policetimia vera D45 policystic pam J98.4 polidektili Q69.9 polimialgia M35.3 polineurpati G62.9 Poliomielitis akut A 80 polip cervikes N84.1 polip endumetrium N84.0 polip gaster D13.1 polip gaster /stomach D13.1 Polip gastrointestinal D 12.6 polip nasi J33.9 polip recti K62.1 polip rectum K62.1 pollip nasi J33.8 polmunal stenosis Q25.6 polmunari congestion J81 porforasi sigmoid K63.1 porforasi usus K63.1 porfurasi ileum K63.1 porpurasi gaster K31.9 portionisilair infiltrat J36 post concusison syndrome F07.2 post congital bleding N93.0 post op apendictomy Z98.8 post op strumectomy Z98.8 post sigmoidectomy Z93.3 post vcolostomy Z93.3 post veginal repair O34.8 PPOM J44.9 pre eklamsia brat O14.1 pre eklamusia ringan O14.9 prematur O60 prematur bayi P07.3 Prepusium berlebih, fimosis serta parafimosis N 47 PRM O42.9 proktitis K62.8 prolap uteri N81.4 Prolaps alat kelamin perempuan N 81 prolaps anus K62.9 prolaps colostomy K91.4 prolaps iris S05.2 prolaps mata T85.3 prolaps tali pusat O34.5 prolaps usus K63.4 prolaps uteri ( tunggal pagiana) N81.4 prolongud leten fase O63.9 propthosis H05.2 protatitis N41.9 protenosis alveuler J84.0 prtonisis TBC A18.3+ K673* PSA ( pendarahan sub arachnoid I60.9 psaudar throsis M84.1 pseudophkia Z93.1 psikosis F29 Psoriasis serta artropati enteropati M 07 Psoriasis serta atropati lainnya M 10 - M 11 psoriasis pustular L40.1 psoriasis vulgenis L40.0 psudo pteregium H11.8 pteregium H11.0 PTG ( penyakit tropobles ganas) O01.9 ptisisc bulbi H02.4 ptosis H02.4 PUD N93.8 pulmunal insufiensi J98.4 PVC bigemini I27.9 pyalolitasi N20.0 pyelonepritis N12 pyelonepritis acut N10 pyolonepritis kronik N11.9 pyoneprosus N13.6 RA M06.9 rabies A82.9 Rabies A 82 Radang alat dalam panggul perempuan lainnya (adneksitis) N 71, N 74, N 75.8 - N 77 Radang kelopak mata H 00 - H 01 Radang panggul perempuan lainnya N 73 Radang serviks N 72 ranala K11.6 RBBB I44.7 RDS P22.0 reactur hepatitis K75.2 reaksi anaphilactic T78.2 reaksi conversi F44.9 reaksi convrsi F44.9 reaksi hipoglekimia E16.0 reaksi stress acut F43.0 Reaksi terhadap stres berat serta gangguan penyesuaian, gangguan somatoform, gangguan neurotik lainnya F 43.0, F 43.2-.9 F 45, F 48 rebtomysarcoma cruris dextra C49.1 rectal bleeding K62.5 rectal bleeding bayi P54.2 recto vagianal fistula N82.3 reflex esofagus K21.9 reflix esofagus K21.0 reftur palpebra S05.8 reftur tendon flexon digit S56.1 refture alvecler K06.8 refture artery I77.2 refture tuba N83.8 refture vagina S31.4 ren mobilis N28.8 renal colix N23 renal fail N19 renal nsipiensi N19 reptum perineum (post partum ) O70.9 reptun pancereas traumatik S36.2 reptur bola mata S05.3 reptur cornea dengan prolap S05.2 reptur cornea tampa prolaps S05.3 reptur hepas S36.1 reptur injuri tendon aciles S86.0 reptur tendon T14.6 reptur uretra non traumatik N36.8 reptur uretra traumatik S09.2 repture uteri O71.1 resiko ifeksi Z91.5 respirasi puradokal respiratory distress bayi P22.9 respiratory failure J96.9 respiratory failure bayi P28.5 rest. Placenta ( sisa placenta) O72.0 retantio urine R33 retar dasi mental F79 Retardasi mental F 70 - F 79 retensi urin R 33 retino blastoma C96.2 retractile testis Q55.2 retraksi contas H52.0 retropertioneal K66,8 revtur VE N22 RHD I09.9 rhematoid M06.9 rhinitis J31.0 rhino paringitis J00 robekan jalan lahir S31.4 Rubela B 06 ruftur muscolorum T14.6 rufture lenkideney/ gijal S37.0 rumah terbakar N09.0 ruptur sclera S05.3 sacro lleitis M46.1 SAH ( sub aranoid hemoragic) I60.9 salah letak O32 Salpingitis serta ooforitis N 70 Sampar/Pes A 20 SAP ( stable anggia pastoris) I20.9 sarcoma lengan D21.1 sarcoma utery C55 SBE J33.0 SBP ( spontan bacterial peritonitis) A49.9 schizoprenia schwarte paru J98.4 scizur abdomen penetrane S31.8 scondery arrest O62.1 scrof uloderma A18.4 Sebab luar lainnya W 20 - W 41, W 44 - W 64, secclusio H21.4 seclusion pupil sectio O82.9 secundarcan K04.3 Sekuele (gejala sisa) lepra B 92 Sekuele (gejala sisa) poliomielitis B 91 Sekuele (gejala sisa) TB lainnya B 90.0 - .8 Seleksi antenatal Z 36 selmonikosis A02.0 seminoma testis C62.9 Sengaja mencederai diri dengan bahan beracun X 60 - X 69 Sengaja mencederai diri lainnya X 70 - X 84 Senilitas R 54 sepsis bayi P06.9 sepsis puerperalis O85 sepsis seunatrium P36.9 septic arteriris M00.9 septic syok A14.9 septicemia A41.9 septikaimia A41.9 Septisemia A 40 - A 41 sesak R06.0 SH ( struke hemorage) I61.9 shigeloss A03.9 shock anaphylatic T78.2 shock hyvopelemic R57.1 shymlaeparon N11.2 Sifilis bawaan A 50 Sifilis dini A 51 Sifilis lainnya A 52 - A 53 Sigelosis A 03 sincope N55 Sindrom amnesik serta gangguan mental organik F 04, F 07, F 09 sindrom dendy walcer Q03.1 Sindrom Down Q 90 Sindrom hepatorenal K 76.7 Sindrom makan, gangguan tidur, disfungsi seksual, gangguan perilaku lainnya F 50 - F 59 Sindrom mati mendadak pada bayi R 95 Sindrom nefritik progresif cepat serta akut N 00 - N 01 Sindrom nefrotik N 04 Sindrom obstruksi pasca TB B 90.9.2 Sindrom paralitik lainnya G 81 - G 83 Sindrom salah perlakuan T 74 Sindrom usus ringkih (Irritable bowel syndrome) K 58 Sindroma carpal tunnel G 56.0 Sindroma Raynaud’s I 73.0 sindrome batang otak I64 sindrome concusion F07.2 sindrome migren G43.9 sindrome vena cava I87.1 sinostis nasi J32.9 sinus brodycardia R00.1 sinus hati J32.9 sinus preacular Q18.1 Sinusitis kronik J 32 sircumsisi Z41.2 Sirosis hati K 74.6 Sistitis N 30 skin tag L98.9 Skistosomiasis (Bilharziasis) B 65 Skizofrenia, gangguan skizotipal, psikotik akut serta sementara F 20, F 21, F 23 Sklerosis multipel G 35 SLE L93.0 snake bite T63.0 SNH ( struke non hemorage) I63.9 socet sertagkal sock cardiogenic R57.0 SOL R900 Soliausis M41.9 Solusio plasenta O 45 solutio placenta O43.3 SOP R90.0 spina bepida Q05.9 Spina bifida Q 05 spondilitis M46.9 Spondiloartropati seronegatif M 45 - M 49 spondilolisthesis M43.1 spondilosis M47.9 squemus cell ca.orbita C69.9 Supraventricular tachycardia I47.1 staghum stone ( calculus) N20.0 Status Asmatikus J 46 status asmeticus J46 status convcilisive G44.0 status epileptikus G41.9 stenosis jejunum stenosis oni Q64.3 stenosis pylorus stenosis spinalis M48.0 stenosis ureter N35.9 stomatitis K12.1 Strabismus H 49 - H 50 strees ulcer K27.9 stres ulcus K27.9 stricture ani/anus K62.4 stricture uretra N35.9 Strok tak menyebut perdarahan atau infark I 64 stroke I64 stroma hipertiroid E05.2 stroma hypertyroid stroma nodusa E04.9 struma difuse tocxic E05.0 struma multi nodusa E04.2 struma nodusa hypertiroid E05.2 struma nodusa non toxix E04.9 struma nudusa toxix E05.1 struma systic E04.2 struma uni nadular non toxic E04.1 STU parn D14.3 sub dural hematoma non traumatik sub dural hematoma SDH sub dural hematoma traumatik sub endo miocard I51.9 sub endocaroio infarak I21.4 suden death R96.0 Sumbatan vaskular retina H 34 sumbilofiron H11.2 SVT ( supra venticuler tachicandila) I47.1 sympus Q74.2 syncope R55 syndaktily Q70.9 syndrom vertevro basiler G45.0 syndrome barre guillain SGB G61.0 syndrome extra pramidal G25.9 syndrome frontal lobe syndrome migrain G43.9 syndrome nefhrotic N04.8 syndrome otak organik F06.9 syndrome vertebro basiler G45.0 synechia/perlekatan mata H21.5 syock N57.9 sypilis A53.9 tacicandia R00.0 tacom A71.9 talasemia D56.9 tali pusat menimbung P02.4 tatto L81.8 tenggelam dikali W70.0 tension head ache G44.2 Terdedah asap, api serta uap X 00 - X 09 Terdedah faktor alam X 30 - X 39 tertimpa besi W20.0 Testis tidak turun Q 53 tetanus ( cephalic) A35 Tetanus lainnya A 34 - A 35 Tetanus neonatorum A 33 tetanus neunatrium A33 tetralogi falot Q21.3 thalogasus M31.4 thypoid fefer /abdominalis A01.0 thyroglosal persistent O89.2 TIA G45.9 Tidak ada, atresia serta stenosis usus halus Q 41 TIK G93.2 Tiroiditis E 06 tiroiditis hasimoto E06.3 Tirotoksikosis (hipertiroidisme) E 05 tismus R25.2 tismus bayi A33 to eccipital D33.0 Toksik insefalopati G 92 Toksoplasmosis B 58 tonsilitis acut J03.9 Tonsilitis akut J 03 tonsilitis cronic J35.0 tonsilo phanngitis J06.8 torsi tersis D N44 torticolis M43.6 total blok J45.9 traceitis acut J04.1 traceomalacea J39.8 Trakoma A 71 transien synoritis M67.3 traptorasre/tetraplegia G82.5 trauma ginjal N28.9 trauma pelvis S39.0 Tripanosomiasis B 56 - B 57 Tuberkulosis (TB) paru BTA (+) dengan/ tanpa biakan kuman TB A 15.0 Tuberkulosis alat napas lainnya A 16.3 - .9 Tuberkulosis lainnya A 18.1, .3 - .8 Tuberkulosis milier A 19 Tuberkulosis paru lainnya A 15.1 - A 16.2 Tuberkulosis susunan saraf pusat lainnya A 17.1 - .9 Tuberkulosis tulang serta sendi A 18.0 Tukak lambung serta duodenum K 25 - K 27 tumor anus D12.9 tumor ceacum D12.0 tumor gaster D13.1 tumor glutea D36.7 tumor glutea malignom C76.3 tumor gusi D48.0 tumor kantong empedu D13.1 tumor labio mayora C51.0 tumor laring ( paru) D14.1 tumor mata C69 tumor maxilla D16.4 tumor meilum O36.7 tumor orbit D31.6 tumor ovari O27 tumor palatum C05.9 tumor parotis ( preaucular) D11.0 tumor soft tissue ( ganas) C49.0 tumor sub mandibula D11.7 tumor tulang dada IGA D36.7 tyrotoxi cosis E05.9 Ulcus mucosa hidung & perforasi septum nasi J 34.8 Urolitiasis N 20 - N 23 Varisela (cacar air) serta zoster (herpes zoster) B 01 - B 02 Varises esofagus I 85 Haemorrhage, not elsewhere classified( pendarahan) R58 Varises vena ekstremitas bawah I 83

Diatas merupakan kode ICD 10 sekitar 2000 kode dari berbagai penyakit dalam bahasa indonesia. Untuk mendapatkan file kode ICD X / Kode ICD 10 diatas dalam bentuk tabel, format pdf serta doc sebagai pegangan teman-teman kesehatan seperti gambar dibawah ini. Dapat didownload melalui link setelah gambar.

Untuk mendownload kode ICD dalam bentuk tabel format pdf serta doc silahkan dibawah :

Demikianlah kode ICD 10, tujuan serta kegunaan, Download pdf serta doc kami bagikan semoga bermanfaat.

0 Response to "Kode ICD X / 10 Bahasa Indonesia, Tujuan serta Kegunaan, Download Pdf serta Doc"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel