Laporan Pendahuluan / LP Letak Sungsang Lengkap, Dowload Doc serta Pdf

Masih tentang laporan pendahuluan, pada kesempatan kali ini kami bagikan laporan pendahuluan keperawatan maternitas / kebidanan yaitu laporan pendahuluan letak sungsang.

Laporan pendahuluan / LP letak sungsang berisikan tinjauan teori meliputi.
  • Pengertian letak sungsang
  • etiologi / penyebab letak sungsang
  • klasifikasi letak sungsang
  • patofisiologi serta pathway letak sungsang
  • komplikasi letak sungsang
  • pemeriksaan penunjang letak sungsang
  • penatalaksanaan letak sungsang
serta juga dilengkapi dengan konsep asuhan keperawatan serta daftar pustaka.

Laporan pendahuluan / LP letak sungsang ini kami bagikan dengan tujuan membantu teman-teman perawat serta kebidanan dalam pembuatan tugas askep, askeb, makalah maupun tugas-tugas lainnya.

Untuk mendownload laporan pendahuluan / LP Letak sungsang dalam format doc serta pdf silahkan gunakan link unduhan yang telah kami sematkan diakhir artikel ini.

Laporan pendahuluan letak sungsang


Pengertian

Letak sungsang adalah letak memanjang dengan bokong sebagai bagian yang terendah (Presentasi Bokong). Angka kejadian  : ± 3 % dari seluruh angka kelahiran.

Letak sungsang adalah letak memanjang dengan bokong sebagai bagian yang terendah (presentasi bokong). Presentasi bokong adalah janin letak memanjang dengan bagian terendahnya bokong, kaki atau kombinasi keduanya. Persalinan pada bayi dengan presentasi bokong (sungsang) dimana bayi letaknya sesuai dengan badan ibu, kepala berada pada fundus uteri sedangkan bokong merupakan bagian terbawah (di daerah pintu atas panggul/simfisis). (Sumber:Sarwono.2010).

Letak sungsang merupakan letak membujur dengan kepala janin difundus uteri. (Manuaba C 2008 hal : 116). 

Letak sungsang adalah bila bayi letak longitudinal serta bokong berada di bawah uterus ibu. (Chapman V 2006 hal :126). 

Letak sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri serta bokong berada di bagian bawah kavum uteri.(Wiknjosastro 2006, hal : 606)


Klasifikasi Letak sungsang

Adapun letak sungsang dapat dibagi menjadi sebagai berikut :
  1. Letak bokong murni ; prensentasi bokong murni (Frank Breech). Bokong saja yang menjadi bagian terdepan sedangkan kedua tungkai lurus keatas.
  2. Letak bokong kaki (presentasi bokong kaki) disamping bokong teraba kaki (Complete Breech). Disebut letak bokong kaki sempurna atau tidak sempurna kalau disamping bokong teraba kedua kaki atau satu kaki saja.
  3. Letak lutut (presentasi lutut) serta
  4. Letak kaki , yang keduanya disebut dengan istilah ; Incomplete Breech. Tergantung pada terabanya kedua kaki atau lutut atau hanya teraba satu kaki atau lutut disebut letak kaki atau lutut sempurna serta letak kaki atau lutut tidak sempurna.
Dari semua letak-letak ini yang paling sering dijumpai adalah letak bokong murni. Punggung biasanya terdapat kiri depan. Frekuensi letak sungsang lebih tinggi pada kehanilan muda dibandingkan dengan kehamilan a`terme serta lebih banyak pada multigravida dibandingkan dengan primigarvida.
Salah satu cara dalam mengatasi keadaan tersebut adalah dengan tindakan operatif yaitu persalinan dengan cara tindakan seksio sesarea. Dimana apabila cara-cara lain dianggap tidak berhasil atau syarat-syarat untuk dilakukanya tindakan tidak terpenuhi atau kondisi ibu memerlukan tindakan yang segera yang apabila tidak segera dilakukan akan berakibat fatal.
Seksio sesarea adalah persalinan dengan suatu tindakan operasi/pembedahan untuk mengeluarkan janin dari rongga uterus dengan cara mengiris  dinding perut serta dinding uterus dengan syarat rahim dengan keadaan utuh serta berat janin di atas 500 gram.


Etiologi / Penyebab letak sungsang

Faktor-faktor yang memegang peranan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya ialah prematuritas, rnultiparitas, hamil kembar, hidramnion, hidrosefalus, plasenta previa serta panggul sempit. Kadang-kadang juga disebabkan oleh kelainan uterus (seperti fibroid) serta kelainan bentuk uterus (malformasi). Plasenta yang terletak didaerah kornu fundus uteri dapat pula menyebabkan letak sungsang, karena plasenta mengurangi luas ruangan di daerah fundus. Kelainan fetus juga dapat menyebabkan letak sungsang seperti malformasi CNS, massa di leher, aneuploid.

Faktor predisposisi dari letak sungsang adalah:
  • Prematuritas karena bentuk rahim relatif kurang lonjong,
  • Air ketuban masih banyak serta kepala anak relatif besar
  • Plasenta previa karena menghalangi turunnya kepala ke dalam pintu atas panggul.
  • Kelainan bentuk kepala: hidrocephalus, anencephalus, karena kepala kurang sesuai dengan bentuk pintu atas panggul.
  • Fiksasi kepala pada pintu atas panggul tidak baik atau tidak ada, misalnya pada panggulsempit, hidrosefalus, plasenta previa, tumor – tumor pelvis serta lain – lain.
  • Janin mudah bergerak,seperti pada hidramnion, multipara
  • Gemeli (kehamilan ganda) 
  • Kelainan uterus, seperti uterus arkuatus ; bikornis, mioma uteri.
  • Janin sudah lama mati.
  • Sebab yang tidak diketahui.

Penyebab letak sungsang dapat berasal dari:

1. Sudut Ibu

a. Keadaan rahim
  • Rahim arkuatus
  • Septum pada rahim
  • Uterus dupleks
  • Mioma bersama kehamilan
b. Keadaan plasenta
  • Plasenta letak rendah
  • Plasenta previa
c. Keadaan jalan lahir 
  • Kesempitan panggul
  • Deformitas tulang panggul
  • Terdapat tumor menjalani jalan lahir serta perputaran ke posisi kepala
2. Sudut janin

Pada janin tedapat berbagai keadaan yang menyebabkan letak sungsang :
  • Tali pusat pendek atau lilitan tali pusat
  • Hidrosefalus atau anesefalus
  • Kehamilan kembar 
  • Hidroamnion atau aligohidromion
  • Prematuritas
Dalam keadaan normal, bokong mencapai tempat yang lebih luas sesampai terdapat kedudukan letak kepala. Disamping itu kepala janin merupakan bagian terbesar serta keras serta palinglambat. Melalui hukum gaya berat, kepala janin akan menuju kearah pintu atas panggul. Dengangerakan kaki janin, ketegangan ligamentum fatundum serta kontraksi braxson hicks, kepala janin berangsur-angsur masuk ke pintu atas panggul. (Manuaba, 1998 : 361 )


Patofisiologi

Letak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan dalam uterus. Pada kehamilan sampai kurang lebih 32 minggu, jumlah air ketuban relatif lebih banyak, sesampai memungkinkan janin bergerak dengan leluasa. Dengan demikian janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala, letak sungsang atau letak lintang.

Pada kehamilan triwulan terakhir janin tumbuh dengan cepat serta jumlah air ketuban relatif berkurang. Karena bokong dengan kedua tungkai terlipat lebih besar daripada kepala, maka bokong dipaksa untuk menempati ruang yang lebih luas di fundus uteri, sedangkan kepala berada ruangan yang lebih kecil di segmen bawah uterus. Dengan demikian dapat dimengerti mengapa pada kehamilan belum cukup bulan, frekuensi letak sungsang lebih tinggi, sedangkan pada kehamilan cukup bulan, janin sebagian besar ditemukan dalam presentasi kepala. Sayangnya, beberapa fetus tidak seperti itu. Sebagian dari mereka berada dalam posisi sungsang.

Pathway

Tanda serta Gejala Letak sungsang
  1. Pergerakan anak terasa oleh ibu dibagian perut bawah dibawah pusat serta ibu sering merasa benda keras (kepala) mendesak tulang iga.
  2. Pada palpasi teraba bagian keras, bundar serta melenting pada fundus uteri.
  3. Punggung anak dapat teraba pada salat satu sisi perut serta bagian-bagian kecil pada pihak yang berlawanan. Diatas sympisis teraba bagian yang kurang budar serta lunak.
  4. Bunyi jantung janin terdengar pada punggung anak setinggi pusat.

Komplikasi

Posisi janin sungsang tentunya dapat mempengaruhi proses persalinan.proses  persalinan yang salah jelas menimbulkan  resiko,seperti pada ibu mengalami perdarahan,trauma persalinan serta infeksi,sedangkan pada bayi terjadi perdarahan,infeksi  pasca partus  seperti miningnitis serta trauma  persalinan seperti kerusakan alat vital,trauma ekstermitas serta trauma alat vesera serta trauma alat  vesera seperti level ruptur sertalienrupture


Pemeriksaan Penunjang

Diagnosa kehamilan letak sungsang ,dapat ditegakkkan melalui beberapa pemeriksaan  yaitu:

1. pemeriksaan abdominal
  • Letak adalah memanjang
  • Diatas panggul teraba masa lunak,irreguler serta tidak  terasa seperti kepala,dicurigai adalah  bokong. Pada presentasi bokong murni otot-otot paha terengang  diatas tulang –tulang dibawahnya,memberikan gambaran keras menyerupai kepala serta menyebabkan kesalahan  diagnosa.
  • Punggung ada disebelah kanan  dekat garis.bagian –bagian kecil adadisebelah kiri jauh dari garis serta belakang.
  • Kepala teraba difundus  uteri,mungkin kepala sukar diraba bila ada dibawah hepar atau iga-iga.kepala lebih keras serta lebih bulat sertalebih pada bokong serta kadang-kadang dapat dipantulkan (ballotement).kalau difundus uteri teraba masa yang dapat dipantulkan,harus  dicurigai presentasi bokong.
  • Benjolan kepala tidak ada  serta bokong tidak dapat dipantulkan.
2. Denyut jantung janin
            
Denyut  janin terdengar paling keras pada atau diatas umbilikus serta pada sisi yang sama RSA (right sacrum anterior) denyut jantung janin (DDJ)terdengar  paling  keras dikuadran kanan atau perut ibu.kadang –kadang  DDJ terdengar dibawah umbilikus, dalam hal ini banyak diagnosa yang dibuat dengan palpasi jangan dirubah oleh sebab DJJ terdengar tidak ditempat biasa.

3. Ultrasonografi
            
Pemeriksaan seksama ultrasonografi akan memastikan letak janin yang tidak normal.Letak  sungsang dikenal pula dengan istilah kelahiran bokong dengan empat kemungkinan.kemungkinan pertama,ditemukan bokong  kaki,bila kedua  tungkai  tungkai menekuk lurus kearah depan tubuh sampai bekerja sebagai badai mengurangi kebebasan gerak lahir terakhir,bokong lutut ,satu atau lutut menghadap jalan lahir.


Penatalaksanaan

1. Sewaktu Hamil

Yang terpenting ialah usaha untuk memperbaiki letak sebelum persalinan terjadi dengan versi luar. 

Tehnik :

a. Sebagai persiapan :
  • Kandung kencing harus dikosongkan
  • Pasien ditidurkan terlentang
  • Bunyi jantung anak diperiksa dahulu
  • Kaki dibengkokan pada lutu serta pangkal paha supaya dinding perut kendor.
b. Mobilisasi : bokong dibebaskan dahulu

c. Sentralisasi : kepala serta bokong anak dipegang serta didekatkan satusama lain, sesampai badan anak membulat dengan demikian anak mudah diputar.

d. Versi : anak diputar sesampai kepala anak terdapat dibawah. Arah pemutaran hendaknya kearah yang lebih mudah yang paling sedikit tekanannya. Kalau ada pilihan putar kearah perut anak supaya tidak terjadi defleksi. Setelah versi berhasil bunyi jantung anak diperiksa lagi serta kalau tetap buruk anak diputar lagi ketempat semula.

e. Setelah berhasil pasang gurita, observasai tensi, DJJ, serta keluhan.

2. Pimpinan Persalinan

a. Cara berbaring :
  • Litotomi sewaktu inpartu
  • Trendelenburg
b. Melahirkan bokong :
  • Mengawasi sampai lahir spontan
  • Mengait dengan jari
  • Mengaik dengan pengait bokong
  • Mengait dengan tali sebesar kelingking.
c. Ekstraksi kaki

Ekstraksi pada kaki lebih mudah. Pada letak bokong janin dapat dilahirkan dengan cara  vaginal atau abdominal (seksio sesarea)

3. Cara Melahirkan Pervaginam

Terdiri dari:
  • Partus spontan ( pada letak sungsang janin dapat lahir secara spontan seluruhnya)
  • Manual aid (manual hilfe)
Waktu memimpin partus dengan letak sungsang harus diingat bahwa ada 2 fase

1. Fase I : fase menunggu

Sebelum bokong lahir seluruhnya, kita hanya melakukan observasi. Bila tangan tidak menjungkit ka atas (nuchee arm), persalinan akan mudah. Sebaiknya jangan dilakukan ekspresi kristeller,karena halini akan memudahkan terjadinya nuchee arm

2. Fase II : fase untuk bertindak cepat.

Bila badan janin sudah lahir sampai pusat, tali pusat akan tertekan antara kepala serta panggul, maka janin harus lahir dalam waktu 8 menit.Untuk mempercepatnya lahirnya janin dapat dilakukan manual aid.


Konsep Asuhan Keperawatan

Pengkajian

Pengkajian adalah langkah awal dalam melakukan asuhan keperawatan secara keseluruhan. Pengkajian terdiri dari tiga tahapan yaitu ; pengumpulan data, pengelompakan data atau analisa data serta perumusan diagnose keperawatan (Depkes RI, 1991 ).

1. Pengumpulan Data.
Pengumpulan data merupakan kegiatan dalam menghimpun imformasi (data-data) dari klien. Data yang dapat dikumpulkan pada klien sesudah pembedahan Seksio Sesarea sebagai berikut :
Usia :

2. Keluhan Utama 
  • Adanya kelainan letak janin yang dapat diketahui dari pemeriksaan
3. Riwayat Reproduksi 

a. Haid 

Dikaji tentang riwayat menarche serta haid terakhir, sebab  

b. Hamil serta Persalinan
  • Kehamilan pertama kali atau sering. 
  • Jumlah kehamilan serta anak yang hidup mempengaruhi psikologi klien serta keluarga .
4. Data Psikologi.
  • Pengetahuan klien tentang dampak yang akan terjadi sangat perlu persiapan psikologi klien.
5. Status Respiratori
Respirasi dapat meningkat atau menurun . Pernafasan yang ribut dapat terdengar  tanpa stetoskop. Bunyi pernafasan akibat lidah jatuh kebelakang atau akibat terdapat secret. Suara paru yang kasar  merupakan gejala terdapat secret pada saluran nafas . Usaha batuk serta bernafas dalam dilaksanakan segera pada klien  yang memakai anaestesi general.

6. Tingkat  Kesadaran

Tingkat kesadaran dibuktikan melalui pertanyaan  sederhana yang harus dijawab oleh klien atau di suruh untuk melakukan perintah. Variasi tingkat kesadaran dimulai dari siuman sampai ngantuk , harus di observasi serta penurunan tingkat kesadaran merupakan gejala syok.

7. Status Urinari

Retensi urine paling umum terjadi setelah  pembedahan ginekologi, klien yang hidrasinya baik biasanya baik biasanya  kencing setelah 6 sampai 8 jam setelah pembedahan. Jumlah autput urine yang sedikit akibat kehilangan cairan tubuh saat operasi, muntah akibat anestesi.

8. Status Gastrointestinal

Fungsi gastrointestinal biasanya pulih  pada 24-74 jam setelah pembedahan, tergantung pada kekuatan efek narkose pada penekanan intestinal. Ambulatori serta kompres hangat perlu diberikan untuk menghilangkan gas dalam usus.


Pengelompokan Data

Analisa data adalah mengkaitkan, menghubungkan data yang telah diperoleh dengan teori, prinsip yang relevan guna mengetahui masalah keperawatan klien (Depkes RI 1991 ; 14 )


Diagnosa Keperawatan 
  1. Gangguan Rasa nyaman (nyeri ) berhubungan dengan kerusakan jaringan otot serta system saraf yang di tandai dengan keluhan nyeri, ekpresi wajah menyeringai.
  2. Gangguan eleminasi miksi  (retensi urine ) berhubungan dengantrauma mekanik , manipulasi pembedahan adanya edema pada jaringan sekitar serta hematom, kelemahan pada saraf sensorik serta motorik.
  3. Kurang pengetahuan tentang efek pembedahan serta perawatan berikutnya berhubungan dengansalah dalam menafsirkan imformasi serta sumber imformasi yang kurang benar.  

Perencanaan 

Perencanaan adalah penyusunan rencana tindakan keperawatan akan dilaksanakan untuk menanggulangi masalah sesuai dengan diagnosa keperawatan yang telah di tentukan dengan tujuan, criteria hasil, rencana tindakan atau intervensi serta rasional tindakan (Depkes RI 1991 ; 20 ).

Intervensi keperawatan pada diagnose keperawatan. 1

Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan kerusakan jaringan otot serta system saraf.

Intervensi
  • Kaji tingkat rasa tidak nyaman sesuai dengan tingkatan nyeri.
  • Beri posisi fowler atau posisi datar atau miring kesalah satu sisi.
  • Ajarkan teknik releksasi seperti menarik nafas dalam, bimbing untuk membayangkan sesuatu.Kaji tanda vital : tachicardi,hipertensi, pernafasan cepat.
  • Motivasi klien untuk mobilisasi didni setelah pembedahan bila sudah diperbolehkan.
  • Laksanakan pengobatan sesuai indikasi seperti analgesik intravena.
  • Observasi efek analgetik (narkotik )
  • Obervasi tanda vital : nadi ,tensi,pernafasan.
Intervensi keperawatan pada diagnose keperawatan 2

gangguan eleminasi miksi (retensi urine ) berhubungan dengantrauma mekanis, manipulasipembedahan, oedema jaringan setempat, hemaloma, kelemahan sensori serta kelumpuhan saraf.

Intervensi
  • Catat poal miksi serta minitor pengeluaran urine
  • Lakukan palpasi pada kandung kemih , observasi adanya ketidaknyamanan serta rasa nyeri.
  • Lakukan tindakan supaya klien dapat miksi dengan pemberian air hangat, mengatur posisi, mengalirkan air keran.
  • Jika memakai kateter, perhatikan apakah posisi selang kateter dalam keadaan baik, monitor intake autput, bersihkan daerah pemasangan kateter satu kali dalamsehari, periksa keadaan selang kateter (kekakuan,tertekuk )
  • Perhatikan kateter urine  : warna, kejernihan serta bau.
  • Kolaborasi dalam pemberian dalam pemberian cairan perperental serta obat obat untuk melancarkan urine.
  • Ukur serta catat urine yang keluar serta volume residual urine 750 cc perlu pemasangan kateter tetap sampai tonus otot kandung kemih kuat kembali.
Intervensi keperawatan pada diagnose keperawatan 3

Kurangnya pengetahuan tentang perawatan luka operasi, tanda-tanda komplikasi, batasan aktivitas, serta perawatan berikutnya berhubungan dengan terbatasnya imformasi.

Intervensi
  • Jelaskan bahwa tindakan seksio sesarea mempunyi kontraindikasi yang sedikit tapi membutuhkan waktu yang lama untuk pulih, mengguanakan anatesi yang banyak serta memberikan rasa nyeri yang sangat setelah operasi.
  • Jelaskan serta ajarkan cara perawatan luka bekas operasi yang tepat
  • Motivasi klien melakukan aktivitas sesuai kemampuan.
  • Jelaskan aktivitas yang tidak boleh dilakukan.

Pelaksanaan / Implementasi
 
Pelaksanaan adalah perwujudan ari rencana tindakan yang telah ditentukan dengan maksud supaya kebutuhan klien terpenuhi secara optimal. Tindakan keperawatanini dapat dilaksanakan oleh klien sendiri, oleh perawat secara mandiri maupun bekerjasama  engan tim kesehatan lainnya. (Depkes RI 1991 ; 28 )


Evaluasi
 
Evaluasi adalah proses penilaian pencapaian tujuan, sedang tujuan evaluasi itu sendiri  adalah menentukan kemampuan klien dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan  serta menilai keberhasilan dari rencana keperawatan atau asuhan keperawatan ( Depkes RI 1991 ; 31 )

Adapun evaluasi yang di harapkan pada klien dengan Post Seksio Sesarea adalah sebagai berikut :
  • Rasa nyaman klien terpenuhi
  • Pola eliminasi miksi serta defekasi kembali normal
  • Klien menunjukkan respon adaptif
  • Pengetahuan klien mengenai keadaan dirinya bertambah
  • Pola nafas klien kembali efektif
  • Tidak terjadi komplikasi ; perdarahan atau infeksi..

Daftar pustaka
  • Bagian Obstetri & ginekologi FK.Unpad,1993. Obstetri Fisiologi.Eleman Bandung
  • Carpenito,Lynda Juall, 2001. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 8.EGC. Jakarta .2001. Diktat Kuliah Ilmu Keperawatan Maternitas TA: 2000/2001 PSIK.FK. Unair,Surabaya.
  • Hanifa,W.et all. 1989. Ilmu Bedah Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka S.P. Jakarta 2000. Pedoman Diagnosa & Terapi, Lab. SMF Ilmu Kebidanan & Penyakit Kandungan RSUD Dr. Soetomo. Surabaya
  • Saifudin,Abdul Bari dkk, 2001. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal serta Neonatal.Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo & JNKKR-POGI, Jakarta.
  • Mauren Boyle,Micheal,J.,Kreo.Kedaruratan dalam Persalinan. 2008.Jakarta: EGC, 111-28.
  • Varney, H., Kriebs, M., Jan., Gegor, L., Carolyn. Buku Ajar Asuhan
  • Kebidanan ed.4. vol 2. 2008. Jakarta: EGC, 814-20
  • Mufdillah.2009.Antenatal care focused.Yogyakarta:Nuha Medika
  • Manuaba,I.B.G,2008.Gawat darurat obstetri Ginekologi serta Obstetri Ginekologi sosial untuk profesi bidan.Jakarta:EGC

Download Laporan pendahuluan / LP Letak sungsang lengkap pdf serta doc dibawah
Link Alternatif
Demikian laporan pendahuluan / LP letak sungsang lengkap, dowload doc serta pdf kami bagikan, semoga dapat menjadi refferensi teman-teman perawat serta kebidanan dalam pembuatan tugas-tugas akademik maupun profesi. Terima kasih.

0 Response to "Laporan Pendahuluan / LP Letak Sungsang Lengkap, Dowload Doc serta Pdf"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel