Perawat Digaji Pas-Pasan, Padahal Mereka Lakukan 6 Kerja Berat Ini Lho

Gaji perawat itu dapat dibilang pas-pasan alias gak jauh beda dengan upah minimum.

Berdasarkan pantauan kami terhadap situs-situs pencari kerja di Indonesia, sejumlah instansi kesehatan di Indonesia menetapkan gaji buat perawat lulusan D3 di kisaran Rp 1 juta hingga Rp 7 juta saja. Tapi perlu dicatat ini emang buat para fresh graduate ya...

Selain itu, besar kecilnya gaji perawat juga bergantung dari di rumah sakit atau klinik mana tempat mereka bekerja.


Meski demikian, di balik gaji yang pas-pasan itu ternyata ada pengorbanan yang benar-benar mulia.

Penasaran dengan fakta-fakta soal pengorbanan yang dilakukan seorang perawat? Berikut ulasannya.

1. Setiap hari perawat mengurus pasien BAK dan BAB

Seluruh perawat yang bertugas di rumah sakit tak dapat memilih sesuka hati job desk yang mereka lakukan. Gak mungkin seorang perawat cuma pengin ngurus satu pasien di kamar tertentu, atau cuma pengin bertugas sebagai pengganti cairan infus.

Pada kenyataannya, mereka juga harus membantu pasien yang sulit melakukan buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) karena kesusahan duduk atau berdiri.

Tentu aja, gak sedikit orang yang berpikir kalau itu pekerjaan yang menjijikkan. Tapi ya itu kenyataannya, dan kita patut apresiasi mereka.

Bayangin deh kalau gak ada mereka, pasien pasti bakal kesusahan banget, kan?

2. Bekerja dengan sistem shift

Udah gaji perawat itu pas-pasan, mereka juga punya jam kerja layaknya wartawan atau petugas keamanan. Sistem kerja mereka bukan seperti pekerja kantoran, melainkan shift.

Kadang ada perawat yang masuk pagi, besoknya siang, lalu sore, terus malam. Nah setiap malam pun mereka bakal kerja hingga besok pagi lagi alias begadang.

Bayangin aja, kalau mereka kerja pulang jam lima sore? Otomatis rumah sakit bakal kelimpungan sendiri jika pasien meminta bantuan.

Bekerja dengan sistem shift sebenarnya gak baik buat kesehatan. Ya bayangkan aja, waktu tidur kamu terbalik, udah gitu hari Sabtu atau Minggu juga harus masuk.

Otomatis waktu berharga yang semestinya dihabiskan bersama keluarga atau buat sekadar leyeh-leyeh jadi hilang.

3. Walau gaji perawat gak besar, mereka multitalenta

Perawat juga merupakan salah satu profesi yang menuntut seseorang harus dapat melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu alias multitasking.

Bukan cuma membantu pasien untuk BAK, BAB, atau memasang alat-alat medis aja, perawat juga harus beres-beres, pasang seprai, bikin laporan stok obat, serta melakukan kerja administrasi buat para dokter visite.

Bayangin aja, udah bukan cuma pekerjaan house keeping yang mereka harus kuasai, melainkan juga perkara administrasi.

4. Tekanan kerja cukup tinggi

Kerja sebagai perawat juga besar tekanannya, bahkan dapat dibilang lebih berat dibanding profesi lain yang rentang gajinya sama.

Sebagai perawat, gak selamanya perawat mengurus pasien yang tenang, gak neko-neko, dan gampang diatur. Terkadang mereka juga harus menghadapi pasien yang keras kepala, sering ngomel, dan sebagainya.

Sebagai seorang perawat, mustahil kalau mereka ikut-ikutan kesal dan membalas kelakuan si pasien. Selain dapat merusak reputasi rumah sakit, tentunya itu juga bertentangan dengan kode etik si perawat.

Oleh karena itulah, mereka hanya bisa sabar.

5. Rentan di-PHK

Belakangan ini, muncul kabar di media soal pemutusan hubungan kerja (PHK) tanpa pesangon yang dilakukan RS Aria Sentra. Kabarnya ada 57 orang di-PHK dengan alasan efisiensi.

Peristiwa pemecatan juga berlangsung di tiga rumah sakit di Medan pada 2018. Peristiwa itu pun menyulut aksi demonstrasi yang dilakukan oleh 62 orang perawat.

Dengan risiko kerja yang cukup berat ini, tentunya wajar bila perawat merasa was-was. Ya khawatir karena gaji kecil, khawatir pula karena kariernya gak jelas dan rentan dipecat.

Bisa jadi kunci mereka dalam berkarier adalah meningkatkan kinerja dengan semaksimal mungkin. Harus tetap rajin, gak boleh sakit, dan gak boleh bolos.

Dan itu tentu aja gak mungkin karena gak manusiawi.

6. Mudah terinfeksi penyakit

Dibanding profesi lain, perawat punya kecenderungan lebih tinggi buat terinfeksi penyakit dari pasien. Oleh karena itu, mereka harus sigap buat melakukan tindak pencegahan yang tepat. Misalnya dengan cara pakai masker atau sarung tangan.

Gaji perawat Indonesia gak seperti di luar negeri


Asal kamu tahu, gaji perawat di Indonesia ini gak bisa dibandingin sama perawat-perawat negara lain ya. Sebut aja seperti di Amerika Serikat, Norwegia, Kanada, Australia, atau Inggris.

Di lima negara tersebut, gaji seorang perawat dapat mencapai puluhan juta per bulan! Ironis, ya, tapi gimana lagi. Kenyataannya gitu.

Kita, yang kerja di bidang lain, cuma bisa memberikan apresiasi buat para perawat karena loyalitas dan pengorbanannya. Gak semua orang dapat paham soal merawat orang yang sakit, menjaga kebersihan, serta tanggap dalam urusan house keeping.

Jadi, apa kamu tertarik berkarier sebagai perawat?

Gak apa-apa kok kalau emang hal itu sesuai dengan passion dan panggilan hati. Tapi ya itu tadi, gaji perawat bakal jadi masalah yang cukup serius buat kamu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel