Perilaku Wandering, Diagnosa serta Intervensi Askep Nanda Nic Noc

Pada postingan kali ini admin akan berbagi tentang ilmu keperawatan jiwa yaitu perilaku wandering, diagnosa serta Intervensi keperawatan yang kami adopsi dari nanda nic noc.
Perilaku Wandering adalah suatu keadaan di mana penderita melakukan pergerakan tanpa arah, tujuan yang jelas. serta berulang yang mengekspos individu untuk membahayakan, sering tidak selaras dengan batasan, batas, atau rintangaan.


Perilaku ini sangat erat kaitannya demensia alzheimer karena merupakan factor akibat dari keadaan tersebut, 

Demensia alzheimer merupakan kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berpikir serta berbicara, serta perubahan perilaku pada penderita akibat gangguan di dalam otak yang sifatnya progresif atau perlahan-lahan serta menimbulkan gangguan terhadap fungsi kehidupan sehari-hari.


Tanda serta Gejala Perilaku Wandering
  • Ambisi tak tersampai
  • Gerakan sering atau berkelanjutan
  • Terus-menerus mencari orang atau benda
  • Gerakan tanpa tujuan yang direncanakan
  • Pembayangan
  • Mondar-mandir
  • Ketidakmampuan untuk menemukan landmark yang dikenal
  • Ketidakmampuan dibujuk untuk tetap berada di lokasi saat ini
  • Rasa sakit
  • Defisit neurosensorik
  • Daya tarik untuk rangsangan acak

Diagnosa keperawatan
  • Perilaku wandering atau perilaku keluyuran tanpa arah serta tujuan yang jelas berhubungan dengan gangguan didalam otak.

Kriteria Hasil
  • Pasien akan meminimalkan perilaku keluyuran / mengembara tanpa arah serta tujuan.
  • Pasien akan dapat berjalan dengan aman, serta tidak akan memiliki acara yang tidak direncanakan.
  • Pasien akan dapat berpartisipasi dalam kegiatan.
  • Pasien akan memiliki perilaku pengembaraan minimal, serta tidak akan mengalami cedera.

Intervensi Keperawatan untuk perilaku wandering
  • Menilai pasien untuk kehadiran perilaku mengembara, mencatat waktu, tempat, serta orang-orang yang dia ambisikan. Rasional : Membantu mengidentifikasi masalah berat serta menetapkan rencana perawatan. Mengembara dengan tujuan terjadi ketika pasien memiliki beberapa niat untuk gerakannya, seperti untuk melarikan diri dari kebosanan, atau untuk latihan. Pengembaraan tanpa tujuan biasanya tanpa tujuan serta melibatkan pasien yang mengalami disorientasi yang mungkin masuk ke kamar pasien lain serta mengambil barang-barang mereka. Para eskapis yang berkeliaran biasanya memiliki tujuan dalam pikiran serta mampu meninggalkan tempat tanpa terdeteksi meskipun diawasi ketat.
  • Kaji alasan spesifik untuk mengembara, bila pasien mampu memverbalisasi motivasi. Rasional : Membantu mengidentifikasi kemungkinan penyebab berkeliaran serta kebutuhan bahwa perilaku ini mungkin merupakan pertemuan.
  • Tanyakan bagaimana keluarga menangani perilaku pengembaraan pasien. Rasional : Membantu mengidentifikasi metode yang sesuai untuk manajemen perilaku pasien dengan menggunakan metode yang konsisten.
  • Menjaga lingkungan yang aman serta rutin yang terstruktur untuk pasien. Biarkan pasien mengembara dalam batas di lingkungan yang aman. Rasional : Struktur dalam rutinitas pasien dapat mengurangi kecenderungan mengembara.
  • Dorong pasien untuk berpartisipasi dalam kegiatan bila mampu melakukannya.Rasional : Latihan membantu mengurangi kegelisahan serta dapat mengurangi potensi pengembaraan.
  • Pasang alarm tidur atau keset yang sensitif tekanan. Rasional : Memberikan alarm untuk mengingatkan perawat gerakan serta membantu mencegah cedera pada pasien.
  • Hindari menggunakan pengekangan bila memungkinkan. Rasional : Pengekangan meningkatkan agitasi, kecemasan, serta menyebabkan komplikasi imobilitas, perasaan tidak berdaya, serta kecenderungan peningkatan aktual untuk berkeliaran.
  • Kaji pasien untuk rasa haus, lapar, nyeri, atau tidak nyaman serta perlu buang air kecil. Rasional : Mungkin berkelana tentang mencari kebutuhan ini harus dipenuhi.
  • Instruksikan keluarga tentang pemasangan kunci gerendel, psupaya, gembok di gerbang, serta kunci pintu serta jendela. Rasional : Membantu mencegah tidak aman ada di rumah serta untuk melindungi pasien.
  • Instruksikan keluarga untuk memberi tahu tetangga serta / atau polisi setempat mengenai kondisi pasien serta kecenderungan untuk mengembara. Rasional : Memberikan kesadaran orang lain untuk mencegah pasien hilang dari cedera.
  • Instruksikan keluarga untuk dipersiapkan untuk kemungkinan upaya melarikan diri serta untuk selalu memperbarui foto pasien, serta informasi lain yang tersedia. Rasional : Menyediakan informasi yang dapat digunakan oleh polisi atau pihak berwenang lainnya untuk menemukan orang yang hilang.
Demikian diagnosa serta Intervensi askep perilaku wandering nanda nic noc kami bagikan semoga dapat menjadi refferensi teman-teman perawat sekalian. Terima Kasih.

0 Response to "Perilaku Wandering, Diagnosa serta Intervensi Askep Nanda Nic Noc"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel